![]() |
Hojlund bersinar di Napoli. Foto: Reuters . |
Keputusan untuk menjual Rasmus Hojlund dan mendatangkan Benjamin Sesko menimbulkan banyak pertanyaan bagi manajemen "Setan Merah", terutama mengingat perbedaan performa kedua striker tersebut.
Pada dini hari tanggal 23 Desember, Hojlund dan Napoli dinobatkan sebagai juara Piala Super Italia. Sebelumnya dianggap gagal memenuhi ekspektasi di Old Trafford, striker asal Denmark ini secara konsisten mencetak gol dan memenangkan gelar pertamanya untuk klub barunya dalam waktu kurang dari setengah tahun sejak bergabung.
Sejauh musim ini, Hojlund telah mencetak 12 gol dan memberikan 3 assist untuk Napoli, menjadikannya salah satu pemain penyerang yang menonjol bagi klub Serie A tersebut.
Berbeda dengan Hojlund, Sesko belum memenuhi ekspektasi. Terlepas dari fisik, kecepatan, dan potensi besarnya, penyerang Slovenia ini hanya mencetak dua gol dan memberikan satu assist sejak awal musim.
![]() |
Sesko sedang mengalami kesulitan di MU. Foto: Reuters . |
Performa ini dianggap terlalu rendah untuk seorang striker yang dipercaya memimpin serangan tim ambisius seperti Manchester United. Lebih penting lagi, Sesko belum menunjukkan tanda-tanda mampu menggantikan Hojlund dan memikul tanggung jawab memimpin serangan Setan Merah.
Perbedaan performa antara kedua pemain tersebut dengan cepat memicu gelombang kritik dari penggemar dan para ahli. Banyak yang berpendapat bahwa masalahnya bukan hanya terletak pada Sesko secara pribadi, tetapi juga berasal dari cara MU memanfaatkan pemain tersebut dan lingkungan bermain yang tidak stabil di Old Trafford.
Sementara itu, Hojlund telah diuntungkan oleh sistem taktik yang tepat dari Antonio Conte dan kepercayaan yang telah ia peroleh di Napoli, yang memungkinkannya untuk memaksimalkan potensi mencetak golnya.
Sumber: https://znews.vn/mu-da-sai-khi-thay-hojlund-bang-sesko-post1613702.html









Komentar (0)