Oleh karena itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengirim surat kepada pejabat Israel pada tanggal 13 Oktober, meminta Israel untuk membuat perubahan guna menstabilkan kegiatan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dua pejabat AS meminta Tel Aviv untuk mengirim setidaknya 350 truk bantuan ke Gaza setiap hari, membuka lebih banyak penyeberangan perbatasan dan mencabut perintah evakuasi sipil jika tidak ada rencana untuk menyerang.
AS ancam hentikan pasokan senjata ke Israel
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan tekanan dari Washington sebagian efektif, dengan Israel mengizinkan bantuan melewati penyeberangan Erez pada 14 Oktober. Tn. Miller menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza saat ini hanya setengah dari puncaknya.
Kota Nabatieh setelah diserang Israel
Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, pagi ini, dengan klaim mengenai depot senjata Hizbullah. Langkah ini diambil setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak proposal gencatan senjata dengan Hizbullah. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menyetujui tuntutan apa pun yang tidak mengizinkan Tel Aviv membangun zona penyangga di perbatasan utara Israel, maupun mencegah Hizbullah mempersenjatai kembali persenjataannya. Sementara itu, Gubernur Provinsi Nabatieh (Lebanon selatan), Howaida Turk, mengatakan bahwa serangan Israel kemarin menewaskan Wali Kota Ahmad Kahil dari Kota Nabatieh.
Hizbullah juga mengumumkan kemarin bahwa mereka telah meluncurkan serangkaian roket ke kota Safed, Israel utara.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/my-canh-bao-israel-18524101622064235.htm
Komentar (0)