
AS mengusulkan pemberlakuan tarif baru terhadap 60 negara.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak hanya meningkat, tetapi risiko perdagangan global juga menunjukkan tanda-tanda memanas kembali. Kantor Perwakilan Perdagangan AS baru saja mengusulkan pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 hingga 12,5% pada barang-barang dari 60 negara, termasuk mitra utama seperti Uni Eropa (UE), Jepang, dan Tiongkok.
Langkah ini diperkenalkan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan, setelah Washington menyimpulkan bahwa negara-negara tersebut tidak secara efektif melarang atau mengatur barang-barang yang menggunakan kerja paksa, sehingga menciptakan ketidaksetaraan bagi pekerja Amerika. Kantor Perwakilan Perdagangan AS meminta komentar hingga 6 Juli dan dijadwalkan untuk mengadakan sidang pada 7 Juli sebelum membuat keputusan akhir. Uni Eropa segera menyuarakan penentangannya, menyatakan bahwa langkah AS ini tidak masuk akal.
China juga telah menyuarakan penentangannya terhadap langkah-langkah tarif sepihak dan menolak tuduhan kerja paksa. Sementara itu, Kanada, Inggris, dan Taiwan menyatakan akan terus bekerja sama dengan Washington untuk melindungi perjanjian perdagangan yang ada.
Salah satu poin penting adalah bahwa tarif baru yang diusulkan disertai dengan daftar pengecualian yang sangat luas. Barang-barang yang sudah dikenakan tarif berdasarkan peraturan keamanan nasional AS, seperti baja, aluminium, tembaga, mobil dan suku cadang mobil, tidak akan dikenakan tarif tambahan. Selain itu, berbagai produk penting seperti minyak mentah, produk minyak bumi, unsur tanah jarang, obat-obatan, bahan kimia organik, daging sapi, kopi, buah-buahan, sayuran, dan suku cadang pesawat terbang juga dikecualikan dari tarif tersebut.
USTR akan menerima komentar publik hingga 6 Juli dan mengadakan sidang publik pada 7 Juli sebelum membuat keputusan akhir. Jika disetujui, tarif baru ini dapat menjadi salah satu langkah perdagangan terbesar yang dilakukan pemerintahan Trump pada masa jabatannya saat ini, sekaligus meningkatkan ketegangan dengan banyak mitra ekonomi utama Amerika di seluruh dunia.
Sumber: https://vtv.vn/my-de-xuat-ap-thue-moi-voi-60-nen-kinh-te-100260604085327169.htm







Komentar (0)