
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz, di lepas pantai dekat Bandar Abbas, Iran , pada 17 Juni 2026 (Foto: AP)
Media AS melaporkan pada 28 Juni bahwa Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk mengakhiri pertempuran dan diperkirakan akan bertemu kembali untuk membahas perbedaan mereka mengenai Selat Hormuz. Berita ini meningkatkan harapan untuk menyelamatkan perjanjian perdamaian sementara, yang berada di bawah tekanan akibat serangan balasan antara kedua belah pihak.
Axios, media berita pertama yang melaporkan gencatan senjata AS-Iran, mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk menghentikan serangannya terhadap Iran. Negosiasi akan dilanjutkan pada 30 Juni di Qatar.
"Negosiasi teknis diperkirakan akan berlanjut di semua bidang memorandum. Kedua belah pihak akan menghentikan permusuhan untuk sementara waktu, dan kapal-kapal akan dapat bergerak bebas melalui Selat Hormuz," kata seorang pejabat AS. Ia merujuk pada memorandum 14 poin yang disepakati pada 17 Juni, di mana Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk lalu lintas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: AP)
Dimulainya kembali pembicaraan teknis ini terjadi setelah beberapa hari terjadi serangan dan pembalasan antara kedua pihak sejak sebuah peluru artileri Iran menghantam kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz pada 25 Juni. Baik AS maupun Iran saling menuduh melanggar perjanjian gencatan senjata sementara yang ditandatangani pada 17 Juni.
Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada pagi hari tanggal 28 Juni, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan membalas jika mereka tidak mematuhi perjanjian untuk mengakhiri perang.
Pertemuan tersebut awalnya direncanakan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran. Menyusul eskalasi baru-baru ini, lokasi dipindahkan ke Doha (Qatar), dan fokus negosiasi bergeser ke Selat Hormuz.
Baik AS maupun Iran belum memberikan komentar terkait informasi tersebut hingga saat ini.
Namun, pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi Teheran. Araghchi juga memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menggunakan jalur pelayaran alternatif selain yang telah ditetapkan oleh Iran di wilayah ini dapat meningkatkan ketegangan dan memperburuk situasi.
Sumber: https://vtv.vn/my-iran-tam-dung-giao-tranh-100260629193717773.htm








