Pasukan AS juga menembak jatuh empat pesawat nirawak serang Iran.

Militer AS menyerang pos kendali darat di pelabuhan Bandar Abbas – pangkalan angkatan laut strategis Iran di dekat Selat Hormuz – pada 27 Mei 2026.
Selain itu, militer AS menyerang pos kendali darat di Bandar Abbas yang sedang bersiap meluncurkan rudal kelimanya. AS menyatakan bahwa tindakan ini telah diperhitungkan dengan cermat, murni bersifat defensif, dan bertujuan untuk melindungi gencatan senjata yang ada.
Sementara itu, pagi ini, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa tiga ledakan terdengar di sebelah timur Bandar Abbas – sebuah kota pelabuhan strategis dan pangkalan angkatan laut di dekat Selat Hormuz.
Ledakan terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari (waktu setempat), dan sempat memicu sistem pertahanan udara Bandar Abbas. Menurut Fars, lokasi dan sumber ledakan yang tepat masih belum jelas, dan investigasi masih berlangsung.

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz di tengah negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa memorandum yang sedang dinegosiasikan antara kedua negara akan mencabut blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz ke tingkat sebelum konflik. Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut, menyebutnya "sepenuhnya dibuat-buat."
Pada rapat kabinet di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak puas dengan proposal Iran dan tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.
Trump juga memperingatkan bahwa upaya Iran untuk "mengabaikan" dirinya akan sia-sia, karena ia tidak akan membiarkan pemilihan paruh waktu menentukan keputusannya. Ia selanjutnya menegaskan bahwa AS tidak sedang membahas pelonggaran sanksi terhadap Iran.
Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di saluran HTV.
Sumber: https://htv.vn/my-khong-kich-cang-bandar-abbas-bac-de-xuat-thoa-thuan-cua-iran-222260528134011775.htm







Komentar (0)