![]() |
Menurut Carscoops , memiliki supercar, bahkan yang bekas sekalipun, masih merupakan hobi yang cukup mahal. Memahami hal ini, sebuah perusahaan Jepang telah memperkenalkan solusi untuk memberi kesempatan kepada para penggemar kecepatan muda untuk memiliki supercar. Idenya cukup sederhana: alih-alih menghabiskan sejumlah besar uang untuk memiliki supercar secara langsung, perusahaan tersebut "membagi" mobil tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk kelompok yang terdiri dari lima orang.
Layanan berbagi supercar bernama Rendez-Vous tidak hanya membagi seluruh nilai mobil menjadi lima bagian. Sebaliknya, seluruh kelompok membayar biaya untuk memiliki mobil selama satu tahun, dan para anggota hanya berbagi penyusutan yang diperkirakan akan terjadi pada mobil selama 12 bulan tersebut.
Berbicara kepada Nikkei Asia , Kanji Hiraiwa, salah satu pelanggan layanan tersebut, menganggap dirinya sebagai pemilik bersama Ferrari 360 Modena bekas untuk tahun depan.
Kanji Hiraiwa menyatakan bahwa melalui layanan tersebut, setiap anggota berhak menggunakan kendaraan selama 50 hari dalam setahun. Biaya tersebut mencakup biaya parkir, perawatan, asuransi, dan semua pajak yang berlaku.
![]() |
Rendez-Vous dilaporkan hanya berurusan dengan mobil bekas. Perusahaan tersebut langsung membeli kendaraan sebelum menambahkannya ke portofolio "penyewaan" mereka.
Rendez-Vous menawarkan beragam kendaraan, mulai dari mobil klasik tahun 1950-an hingga mobil sport modern dan supercar. Laporan menunjukkan bahwa layanan ini menarik minat yang cukup besar dari pelanggan muda di Jepang, dengan daftar tunggu saat ini mencapai sekitar 3.500 orang.
“Biaya kepemilikan mobil terlalu tinggi bagi orang-orang berusia 20-an. Kami berharap dapat meminimalkan beban keuangan sebisa mungkin agar pelanggan dapat menikmati kegembiraan berkendara,” kata Ryota Asaoka, perwakilan dari Rendez-Vous.
Carscoops berkomentar bahwa ini adalah ide yang menarik, berpotensi menjadi cara terbaik bagi pelanggan muda untuk mewujudkan impian mereka mengendarai supercar tanpa menghabiskan terlalu banyak tabungan mereka.
Layanan seperti Rendez-Vous juga dapat membantu mencegah penurunan permintaan kepemilikan mobil di kalangan warga Jepang.
Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa 33% warga Jepang berusia 20-an tidak tertarik untuk memiliki mobil. Studi independen yang dilakukan oleh Toyota juga menunjukkan bahwa biaya pembelian dan perawatan mobil adalah alasan utama mengapa warga setempat ragu untuk memiliki mobil secara tradisional.
Sumber: https://znews.vn/nam-nguoi-nhat-dung-chung-mot-sieu-xe-cu-post1655548.html











Komentar (0)