Musim panas adalah waktu ketika anak-anak sering berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan, bermain dan berolahraga lebih banyak dari biasanya. Namun, suhu tinggi dan keringat yang terus-menerus juga menyebabkan tubuh anak-anak mengalami dehidrasi dengan cepat. Menurut para ahli pediatri, anak-anak memiliki risiko dehidrasi yang lebih tinggi daripada orang dewasa karena mekanisme termoregulasi mereka belum sepenuhnya berkembang dan tubuh mereka mengandung persentase air yang lebih tinggi.
Bagaimana seharusnya anak-anak minum air saat cuaca panas?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebutuhan air anak-anak bervariasi tergantung usia, tingkat aktivitas, dan kondisi cuaca.
- Sekitar usia 6 bulan, bayi dapat mulai diberi air. Mereka hanya membutuhkan sekitar 110-240 ml air per hari hingga usia satu tahun, karena sebagian besar cairan yang tersisa berasal dari ASI atau susu formula.
- Anak-anak berusia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 1-1,3 liter cairan per hari, termasuk air, susu, dan kandungan air dalam makanan.
- Anak-anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1,2-1,5 liter per hari.
- Untuk anak yang lebih besar , kebutuhan air dapat meningkat menjadi 1,5-2 liter atau lebih jika mereka sering beraktivitas di luar ruangan.
Saat cuaca panas, orang tua sebaiknya mendorong anak-anak untuk minum air secara teratur daripada menunggu sampai mereka haus. Mereka dapat diberi minum sedikit demi sedikit beberapa kali sehari, terutama setelah bangun tidur, sebelum dan sesudah berolahraga, setelah bermain di luar ruangan, atau setelah berkeringat banyak.
Para ahli juga menyarankan untuk tidak membiarkan anak-anak minum terlalu banyak air sekaligus, karena hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut dan mengencerkan kadar elektrolit dalam tubuh. Mempertahankan asupan air yang konsisten sepanjang hari jauh lebih efektif daripada minum dalam jumlah besar sekaligus.
![]() |
Minum air yang cukup di musim panas membantu anak-anak menghindari dehidrasi. Foto: Vecteezy. |
Jenis minuman apa yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak?
Menurut Hopkins Medicine, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menghidrasi anak-anak selama musim panas. Ini adalah minuman bebas gula dan bebas stimulan yang cepat diserap oleh tubuh.
Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber hidrasi utama, dan air tambahan biasanya tidak diperlukan jika anak sehat. Anak yang lebih besar dapat mengonsumsi jus buah segar dalam jumlah sedang atau makan buah-buahan yang kaya air seperti semangka, jeruk, jeruk bali, dan buah naga.
Dalam kasus di mana anak-anak mengalami diare, muntah, atau tanda-tanda dehidrasi, larutan rehidrasi oral sesuai petunjuk tenaga kesehatan adalah pilihan yang tepat.
Sebaliknya, orang tua harus membatasi konsumsi minuman ringan manis, bubble tea, minuman energi, atau minuman lain yang tinggi gula pada anak-anak mereka. Jenis minuman ini dapat meningkatkan asupan kalori yang tidak perlu dan tidak memberikan hidrasi yang optimal, bahkan meningkatkan risiko dehidrasi.
Tanda-tanda dehidrasi pada anak
Dehidrasi pada anak dapat berkisar dari ringan hingga berat. Tanda-tanda awal yang umum meliputi:
Bayi baru lahir:
- Jumlah popok basah lebih sedikit, biasanya berkisar antara 6-8 buah.
- Kantuk berlebihan
- Fontanel pada kepala bayi.
- Tidak ada air mata saat menangis.
Anak-anak yang lebih besar:
- Haus
- Bibir dan mulut kering
- Sering buang air kecil atau urine berwarna gelap
- Merasa lelah dan kurang aktif dari biasanya.
- Pusing saat berdiri
- Menurunnya minat pada kegiatan rekreasi.
- Kulit merah
- Mata cekung dan rasa kantuk yang tidak biasa sering terjadi pada kasus yang parah.
Sumber: https://znews.vn/tre-uong-nuoc-vao-mua-he-nhu-the-nao-post1655639.html









Komentar (0)