
Menurut Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup, tema tahun ini menekankan peran inisiatif masyarakat dan tindakan skala lokal dalam berkontribusi pada pencapaian tujuan global tentang konservasi keanekaragaman hayati. Hal ini juga sejalan dengan Strategi Nasional tentang Keanekaragaman Hayati hingga tahun 2030, dengan visi hingga tahun 2050.
Kegiatan utama kota ini meliputi penguatan komunikasi dan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai keanekaragaman hayati bagi pembangunan berkelanjutan; mengintegrasikan konten konservasi alam ke dalam sekolah, kawasan permukiman, dan kegiatan sosial; serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan yang selaras dengan alam.
Pihak berwenang didesak untuk memperkuat inspeksi dan pengawasan terhadap perburuan, perdagangan, pengangkutan, dan konsumsi hewan dan tumbuhan liar secara ilegal; dengan fokus pada perlindungan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi seperti cagar alam, zona ekologi sensitif, dan ekosistem rentan.
Salah satu aspek penting adalah promosi program untuk memulihkan ekosistem alami yang terdegradasi seperti hutan bakau, terumbu karang, padang lamun, dan lahan basah. Kota ini juga menyerukan peningkatan pengendalian spesies asing invasif, pengurangan polusi lingkungan, dan pembatasan limbah plastik untuk mengurangi tekanan pada ekosistem alami.
Selain itu, pemerintah kota terus memperkuat implementasi Arahan Perdana Menteri No. 04/CT-TTg tentang perlindungan burung liar dan migrasi; sekaligus mendorong partisipasi masyarakat, bisnis, dan organisasi sosial dalam model konservasi berbasis komunitas.
Sesuai arahan Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup, daerah perlu mendorong penerapan teknologi digital, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta solusi berbasis alam dalam konservasi keanekaragaman hayati. Membangun dan memperbarui basis data keanekaragaman hayati; meningkatkan kapasitas investigasi, pemantauan, dan berbagi data untuk melayani manajemen negara dan penelitian ilmiah juga dianggap sebagai tugas utama dalam periode mendatang.
Hari Keanekaragaman Hayati Internasional bukan hanya kesempatan untuk meningkatkan kesadaran sosial tentang konservasi alam, tetapi juga menyerukan pergeseran dari slogan-slogan lingkungan ke tindakan nyata di tingkat lokal. Dalam konteks perubahan iklim, polusi lingkungan, dan penipisan sumber daya alam yang semakin nyata, melindungi keanekaragaman hayati menjadi bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan kota-kota pesisir seperti Da Nang.
Sumber: https://baodanang.vn/nang-cao-nhan-thuc-ve-da-dang-sinh-hoc-3337585.html







Komentar (0)