Beristirahat sejenak dari hiruk pikuk kehidupan dan tekanan kerja, duduk bersama teman-teman dan mengobrol tentang bakso babi fermentasi goreng (nem chua rán) yang sudah biasa kita makan akan membuat Anda merasa bahagia. Bakso babi fermentasi goreng adalah camilan yang menarik bagi anak muda dan dapat ditemukan di banyak tempat di Hanoi .
Sebagai hidangan yang terkait dengan banyak kenangan masa kecil, sosis babi fermentasi goreng (nem chua rán) dianggap sebagai jajanan kaki lima populer di Hanoi. Lebih dari sekadar hidangan sederhana, area tempat sosis babi fermentasi goreng dijual menyimpan kenangan tak terhitung bagi warga kota ini.
Lumpia babi fermentasi goreng (nem chua rán) adalah makanan favorit tidak hanya di kalangan pelajar tetapi juga orang dewasa. Rasanya yang kaya dan gurih serta teksturnya yang kenyal dan renyah menjadikannya pilihan camilan utama untuk minum teh sore atau istirahat setelah bekerja.

Sosis babi fermentasi goreng ala Hanoi (Nem Chua Ran) seringkali disalahpahami sebagai sosis babi fermentasi tradisional (nem chua, biasanya asam dan dibungkus daun pisang) yang kemudian digoreng hingga renyah. Namun, itu tidak benar! Sosis babi fermentasi goreng sebenarnya terbuat terutama dari daging babi cincang dan kulit babi, cukup mirip dengan metode tradisional, tetapi alih-alih difermentasi, sosis ini langsung digoreng hingga berwarna cokelat keemasan, atau dilapisi telur, tepung, dan remah roti untuk menggandakan kerenyahannya. Karena tidak asam, banyak warga Hanoi menyebutnya "sosis manis" untuk membedakannya dari sosis babi fermentasi tradisional.
Hidangan ini sudah ada sejak lama di Hanoi dan tetap menjadi camilan favorit di kalangan banyak anak muda di ibu kota.
Lumpia renyah yang dicelupkan ke dalam saus cabai pedas sungguh menggugah selera. Lumpia babi fermentasi goreng telah lama menjadi camilan favorit para pecinta jajanan kaki lima Hanoi. Terutama di hari-hari dingin Hanoi, lumpia yang harum dan gurih yang dicelupkan ke dalam saus cabai terasa semakin memikat.

Bukan suatu kebetulan bahwa lumpia babi fermentasi goreng (nem chua rán) telah meninggalkan kesan yang begitu kuat dan tertanam dalam ingatan banyak penduduk Hanoi. Mungkin rasa yang unik dan kenangan istimewa yang terkait dengan hidangan ini yang menjadikannya camilan "nasional" hingga saat ini.
Secara keseluruhan, hidangan ini dianggap sebagai makanan lezat yang tak tertahankan dalam budaya kuliner jalanan Hanoi. Baik tua maupun muda, baik orang dari jauh maupun wajah yang familiar di ibu kota, semua orang setidaknya pernah menikmati hidangan ini sekali. Terutama bagi kaum muda, lumpia babi fermentasi goreng telah menjadi camilan menarik yang wajib mereka nikmati sepulang sekolah atau saat makan siang setelah bekerja.

Meskipun lumpia babi fermentasi goreng (nem chua rán) merupakan hidangan yang relatif baru dibandingkan dengan banyak hidangan lainnya, hidangan ini dengan cepat menjadi sensasi dan menyebar ke mana-mana.
Sosis babi fermentasi ala Hanoi (nem chua) yang otentik tidak sebesar sosis produksi massal yang tersedia saat ini. Sosisnya kecil dan ukurannya pas. Saat digoreng, sosis tidak hancur tetapi tetap mengembang. Namun, karena tidak diisi dengan tepung, sosis tidak mengembang berlebihan. Oleh karena itu, saat Anda memakannya, Anda akan merasakan rasa dagingnya dengan jelas, bukan rasa tepungnya.
Lumpia terbuat dari daging babi segar dengan campuran daging tanpa lemak dan lemak yang seimbang. Oleh karena itu, meskipun dilapisi tepung roti, lumpia tetap memiliki rasa manis yang khas. Selain itu, lapisan luarnya renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut, lembap, dan sedikit kenyal. Kelembutan ini berasal dari bahan daging segar, bukan dari tambahan tepung.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/nem-chua-ran-mon-an-hap-dan-gioi-tre-o-ha-noi.html






Komentar (0)