![]() |
| Keluarga Le Kim Thuy memiliki lima generasi yang tinggal bersama. |
Kami mengunjungi keluarga Bapak Le Kim Thuy pada suatu sore di awal tahun 2026. Di beranda, pria tua berusia lebih dari 90 tahun itu dengan santai menyeduh teh; di halaman, anak-anak dan cucu-cucunya masing-masing sibuk dengan tugas mereka sendiri: beberapa menyapu halaman, yang lain menanam sayuran, dan yang lainnya lagi menjemur pakaian. Mereka mengobrol dan bercerita sambil bekerja, menciptakan pemandangan yang sederhana dan menghangatkan hati.
Meskipun sudah berusia lebih dari 90 tahun, Ibu Thuy masih cukup aktif. Ketika ditanya tentang rahasianya untuk hidup bahagia dan sehat, beliau dengan bercanda berkata: "Santai saja, jangan terlalu banyak berpikir, jangan keras kepala, pikirkan segala sesuatu dengan sederhana, makan dengan baik, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur – hanya itu yang dibutuhkan untuk sehat dan bahagia! Di usia ini, bisa bersama anak-anak dan cucu-cucu saya adalah berkah yang luar biasa, tidak ada yang bisa menandinginya!"
Berbicara dengan anggota keluarga Ibu Thuy, kami semakin menghormati cara berpikir dan hidup anak-anak dan cucu-cucu yang tinggal bersama dalam keluarga besar ini. Yang membuat "rumah tangga lima generasi" ini begitu kuat adalah tradisi dan nilai-nilai keluarga yang telah tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Begitulah cara generasi memperlakukan satu sama lain, bagaimana kakek-nenek mengajarkan anak dan cucu mereka untuk menghormati orang tua, memperhatikan generasi muda, hidup bermakna dan penuh kasih sayang, serta memprioritaskan kebajikan dan moralitas. Oleh karena itu, meskipun kakek-nenek adalah "pohon tertinggi yang menaungi bayangan panjang" dalam keluarga, mereka selalu berbicara kepada anak dan cucu mereka dengan lembut dan bijaksana.
Generasi muda belajar dari contoh ini, dan setelah kembali ke rumah, mereka saling menyapa dengan hormat dan sopan, menunjukkan rasa hormat bahkan dalam hal-hal terkecil sekalipun. Inilah "perekat" yang telah mengikat generasi-generasi selama hampir satu abad.
Bapak Le Thanh Ngan, putra sulung Ibu Thuy, berbagi: "Karena perbedaan usia, terkadang timbul perselisihan antara kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak. Tetapi rasa hormat dan kompromi membantu menyelesaikan konflik dengan cepat. Dalam keluarga, setiap orang belajar untuk mendengarkan, berempati, dan memahami, tanpa memaksakan pemikiran sendiri kepada orang lain. Setiap orang menjaga sikap moderat, sehingga semua kesalahpahaman cepat terselesaikan, dan suasana dalam keluarga menjadi damai dan gembira."
![]() |
| Para anggota keluarga Ibu Thuy semuanya rukun dan bersatu. |
Pak Le Manh Ha, cucu dari Ibu Thuy, mengatakan bahwa hal yang paling ia hargai adalah suasana hangat yang diberikan rumah itu. Setelah bekerja sepanjang minggu, ia hanya menantikan untuk pulang ke rumah pada akhir pekan untuk makan bersama kakek-neneknya, mendengarkan beberapa cerita lama, yang membuatnya merasa jauh lebih nyaman.
Di rumah Ibu Thuy, makan bersama keluarga selalu dianggap sebagai "titik pertemuan" bagi beberapa generasi. Sesibuk apa pun mereka, anak-anak dan cucu-cucu selalu berusaha mengatur jadwal mereka agar pulang tepat waktu untuk berkumpul di meja makan, mengobrol, dan berbagi cerita. Ini adalah waktu ketika anggota keluarga menyingkirkan ponsel mereka, untuk sementara mengesampingkan pekerjaan dan kekhawatiran di luar, dan mendedikasikan waktu mereka sepenuhnya untuk keluarga.
Di tengah kehidupan modern, di mana media sosial dengan mudah menjauhkan orang, keluarga Ibu Thuy masih memiliki cara sendiri untuk melestarikan tradisi: makan malam larut, akhir pekan yang dihabiskan untuk memasak hidangan familiar bersama kakek-neneknya, atau sekadar membersihkan kebun bersama dan berbagi cerita sehari-hari.
Ketika warga dusun Kieu Chinh membicarakan keluarga Ibu Thuy, mereka selalu mengungkapkan kasih sayang dan rasa hormat mereka. Meskipun terdiri dari lima generasi yang hidup bersama, keluarga tersebut telah mempertahankan suasana hangat dan harmonis selama bertahun-tahun.
Sambil berbagi rahasianya dalam menjaga keharmonisan keluarga, Ibu Thuy berkata perlahan: "Jika Anda ingin anak dan cucu Anda hidup harmonis, pertama dan terpenting, Anda harus menjadi teladan yang baik. Harus ada keadilan dalam keluarga, mengetahui cara membedakan yang benar dari yang salah, tidak menunjukkan pilih kasih kepada siapa pun, dan yang terpenting, memahami kepribadian setiap orang untuk memperlakukan mereka dengan empati dan akal sehat..."
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202602/nep-nha-ngu-dai-dong-duong-b4475c0/








Komentar (0)