Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Kapan Hari Anak Internasional ditetapkan?

Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni membawa pesan yang menyerukan kepada seluruh umat manusia untuk melindungi hak hidup, perdamaian, dan kasih sayang semua anak. Kapan hari ini pertama kali diperingati?

VTC NewsVTC News01/06/2026

Untuk menjawab pertanyaan kapan Hari Anak Internasional bermula, kita perlu menengok kembali sejarah dan melihat konteks tragis Perang Dunia II. Makna hari libur ini bukan berasal dari momen perayaan yang gemilang, melainkan kristalisasi dari kenangan menyakitkan dan kebangkitan hati nurani manusia terhadap kekejaman perang.

Dari perspektif sejarah, penetapan Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni terkait dengan dua pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh Nazi Jerman. Pada pagi hari tanggal 10 Juni 1942, pasukan Nazi mengepung dan menghancurkan sepenuhnya desa Lidice (dahulu bagian dari Cekoslowakia, sekarang Republik Ceko).

Ratusan orang tak bersalah dibunuh secara brutal. Lebih memilukan lagi, 88 anak dari desa tersebut dijejalkan ke dalam kamar gas, sementara sembilan lainnya dibawa pergi untuk digunakan sebagai alat "Jermanisasi." Dua tahun kemudian, pada 10 Juni 1944, tragedi serupa menimpa kota Oradour-sur-Glane (Prancis), merenggut nyawa ratusan anak lagi.

Kekejaman yang tidak manusiawi ini membunyikan alarm global yang mendalam. Jutaan orang menyadari bahwa, dalam konflik apa pun, anak-anak selalu menjadi yang paling rentan, dirampas nyawa, kebebasan, dan hak untuk tumbuh dewasa. Dari puing-puing itu, sebuah gerakan internasional yang kuat untuk melindungi masa depan umat manusia mulai terbentuk.

Hari Anak Internasional, yang dirayakan setiap tanggal 1 Juni, ditetapkan pada tahun 1949. (Foto: IG)

Hari Anak Internasional, yang dirayakan setiap tanggal 1 Juni, ditetapkan pada tahun 1949. (Foto: IG)

Keputusan bersejarah pada Konferensi Moskow tahun 1949

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dunia memasuki periode rekonstruksi yang ditandai dengan kerugian besar. Menyadari perlunya mekanisme untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak secara global, pada November 1949, Federasi Demokratik Internasional Perempuan mengadakan konferensi besar di Moskow, Uni Soviet kala itu.

Pada forum ini, dengan konsensus kuat dari negara-negara anggota, Federasi secara resmi memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Anak Internasional. Keputusan ini bertujuan untuk memperingati puluhan ribu anak-anak tak berdosa yang tewas dalam pembantaian di Lidice, Oradour-sur-Glane, dan sepanjang tahun-tahun perang yang sengit.

Pada tahun 1950, Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni dirayakan serentak di banyak negara di seluruh dunia untuk pertama kalinya, secara resmi menetapkan tonggak sejarah yang tak terlupakan.

Jika ditelaah lebih dalam, Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni melampaui batas sekadar hari libur peringatan. Penetapannya pada tahun 1949 meletakkan dasar prinsip-prinsip hukum dan moral kontemporer, membuka jalan bagi konvensi internasional selanjutnya tentang hak-hak anak.

Saat mengeluarkan resolusi yang menetapkan tanggal 1 Juni, Federasi Internasional Perempuan Demokratik mengajukan tuntutan praktis kepada pemerintah semua negara, seperti menuntut pengurangan anggaran militer untuk mengalihkan investasi ke arah pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, serta menuntut pemberlakuan undang-undang yang ketat untuk melindungi kesehatan dan hak-hak ibu dan anak.

Ini merupakan perubahan pola pikir yang signifikan. Anak-anak tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan pasif, tetapi diakui sebagai individu dengan hak-hak mendasar: hak untuk hidup damai, hak untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara, hak atas layanan kesehatan, dan hak untuk berkembang secara bebas dan holistik.

Pesan ini tetap setia pada nilai-nilai intinya hingga saat ini, berfungsi sebagai lensa yang dapat digunakan negara-negara untuk mengevaluasi kembali kebijakan jaminan sosial mereka.

Anak-anak tidak lagi sekadar penerima bantuan pasif, tetapi telah diakui sebagai individu dengan hak-hak mendasar.

Anak-anak tidak lagi sekadar penerima bantuan pasif, tetapi telah diakui sebagai individu dengan hak-hak mendasar.

Tanda dan komitmen terhadap perlindungan anak di Vietnam.

Di Vietnam, Hari Anak Internasional memiliki makna khusus dan sangat terkait dengan sejarah bangsa. Bahkan di tengah perang perlawanan yang berat melawan Prancis, pada tanggal 1 Juni 1950, Hari Anak Internasional pertama di dunia, Presiden Ho Chi Minh mengirimkan surat ucapan selamat kepada anak-anak dan kaum muda di seluruh negeri.

Dalam surat itu, ia menulis: "Aku sangat menyayangi kalian semua. Aku berjanji kepada kalian bahwa: Ketika kita telah mengusir semua penjajah Prancis dan perang perlawanan berhasil, aku, bersama dengan Pemerintah dan semua organisasi, akan berusaha untuk memastikan bahwa kalian semua memiliki cukup makanan, bersenang-senang, menerima pendidikan, dan hidup bahagia."

Janji itu bukan hanya sentimen pribadi seorang pemimpin, tetapi juga membentuk prinsip-prinsip panduan tindakan seluruh Partai dan Negara dalam pekerjaan melindungi dan merawat anak-anak selama beberapa dekade. Secara khusus, pada Februari 1990, Vietnam mencetak sejarah dengan menjadi negara pertama di Asia dan kedua di dunia yang meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak.

Sampai saat ini, semangat Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni telah diinstitusionalisasikan dengan kuat melalui Undang-Undang tentang Anak dan serangkaian program aksi nasional. Setiap anak yang lahir di Vietnam dijamin haknya untuk mendapatkan imunisasi yang lebih luas, pemeriksaan dan pengobatan medis gratis untuk anak di bawah usia 6 tahun, dan pendidikan universal.

Singkatnya, Hari Anak Internasional pada tanggal 1 Juni berfungsi sebagai pengingat terus-menerus bagi generasi dewasa bahwa tanggung jawab menciptakan dunia yang aman, adil, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak adalah sebuah perjalanan berkelanjutan tanpa akhir. Melindungi anak-anak adalah investasi paling bijaksana dan paling suci untuk kelangsungan hidup dan pembangunan berkelanjutan seluruh umat manusia.

Opsional
(Sintetis)

Sumber: https://vtcnews.vn/ngay-quoc-te-thieu-nhi-ra-doi-nam-nao-ar1020493.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
"Melodi seruling di tengah langit"

"Melodi seruling di tengah langit"

Tempat perlindungan bagi anak-anak.

Tempat perlindungan bagi anak-anak.

Kabut pagi di Thong Hue

Kabut pagi di Thong Hue