Dalam arus kehidupan modern, di mana nilai-nilai budaya tradisional terancam terlupakan, Hoang Xuan Tuyen, lahir tahun 1999, seorang etnis minoritas Tay dari desa Kieu, komune Xuan Giang (distrik Quang Binh), telah memilih jalan yang unik. Dengan kecintaannya yang mendalam pada musik tradisional, khususnya kecapi dan seruling Tinh, ia telah menjadi panutan bagi generasi muda dalam melestarikan dan menyebarkan identitas budaya tradisional.
Lahir dan besar di lingkungan yang kaya budaya dari kelompok etnis Tay, suara kecapi Tinh dan melodi Then sangat terkait erat dengan masa kecil Tuyen. Namun, perkembangan masyarakat telah menyebabkan nilai-nilai ini secara bertahap memudar di mata generasi muda, yang sangat mengganggunya dan memotivasinya untuk melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Pada tahun 2023, Tuyen memulai perjalanannya belajar sendiri memainkan kecapi Tinh dan seruling melalui sumber daya daring. Dengan ketekunan dan usaha, ia dengan cepat menguasai teknik dasar, secara bertahap menaklukkan melodi kecapi Tinh yang sederhana, murni, namun mendalam. Bagi Tuyen, kecapi bukan hanya alat musik tetapi juga perwujudan jiwa masyarakat Tay, jembatan antara masa lalu dan masa kini.
Bapak Hoang Xuan Tuyen (berdiri di tengah) dan para perajin lainnya menampilkan pertunjukan menyanyi Then.
Mengenai proses ini, Tuyen berkata: “Awalnya, belajar mandiri secara daring tidak mudah karena tidak ada yang membimbing saya secara langsung. Saya harus menonton setiap video berulang kali, memperhatikan semuanya, mulai dari cara memegang alat musik, cara memetik senar, hingga cara menyelaraskan ritme dengan lirik. Ada beberapa bagian musik yang sulit yang saya latih berulang kali selama seminggu penuh. Tetapi yang istimewa adalah setiap kali musik dimainkan, saya merasa terhubung dengan akar budaya saya. Ini seperti pengingat bahwa saya berkontribusi untuk melestarikan bagian berharga dari warisan bangsa saya. Suara alat musik Tinh dan seruling menghadirkan perasaan yang sangat istimewa. Itu membuat saya merasa seperti kembali ke kenangan masa kecil, ketika seluruh keluarga berkumpul di sekitar api unggun, mendengarkan kakek-nenek bercerita tentang kisah-kisah lama dan menyanyikan lagu-lagu Then. Ini adalah perasaan damai yang ingin saya bagikan kepada semua orang, terutama kaum muda. Saya berharap musik tradisional tidak hanya menjadi kenangan tetapi akan selalu hadir, menemani generasi muda dalam kehidupan modern.”
Tuyen tidak hanya belajar secara otodidak, tetapi ia juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan budaya lokal. Sebagai anggota Asosiasi Seniman Rakyat Komune Xuan Giang, ia secara teratur tampil di berbagai acara dan pertukaran budaya di desa dan komune tersebut. Melalui setiap penampilannya, ia menceritakan kisah tentang asal usul alat musik tersebut, pembuatan kecapi, dan makna spiritual dari tari Then, membantu orang-orang untuk lebih memahami dan menghargai nilai budayanya.
Bapak Hoang Van Binh, Ketua Asosiasi Seniman Rakyat Komune Xuan Giang, mengatakan: “Hoang Xuan Tuyen adalah contoh yang cemerlang dalam melestarikan budaya etnis Tay. Tuyen tidak hanya bersemangat tentang alat musik tradisional seperti kecapi dan seruling Tinh, tetapi juga memiliki kesadaran yang mendalam tentang pelestarian dan penyebaran nilai-nilai tradisional. Ia aktif berpartisipasi dalam acara budaya, tampil, dan berbagi dengan masyarakat tentang makna dan nilai alat musik tersebut. Ketekunan dan rasa tanggung jawab Tuyen benar-benar menginspirasi generasi muda, memberikan kontribusi penting dalam melestarikan identitas budaya lokal.”
Melalui upayanya, Hoang Xuan Tuyen telah menjadi nyala api yang menginspirasi, menyulut kecintaan terhadap musik tradisional di masyarakat. Permainan kecapi dan seruling Tinh-nya tidak hanya membangkitkan keindahan tradisional tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Di era digital , upaya Tuyen bagaikan aliran air yang menyegarkan, melestarikan identitas budaya Tay agar tidak pudar. Hal ini juga berfungsi sebagai pengingat bahwa, betapapun majunya masyarakat, akar budaya tetap merupakan nilai-nilai tak tergantikan yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Hoang Xuan Tuyen, dengan kecintaan yang mendalam dan dedikasi yang teguh, telah menulis kisah indah tentang perjalanan pelestarian budaya. Sebuah kisah inspiratif yang memperluas nilai-nilai budaya dari masa lalu, masa kini, dan menuju masa depan.
Koran Trung Hau (Quang Binh)/Ha Giang
Sumber: https://baophutho.vn/nguoi-gin-giu-van-hoa-dan-toc-tay-o-thon-kieu-224851.htm







Komentar (0)