Tahun itu, saya hanyalah seorang siswi kelas sembilan, masih cukup canggung dan riang. Saya tidak banyak mengerti tentang jurnalisme, dan saya juga tidak tahu persis seperti apa pekerjaan seorang jurnalis. Saya hanya menyukai sastra, menyukai menulis, dan menyukai perasaan merekam hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika saya mengetahui bahwa Radio dan Televisi dan Surat Kabar Binh Phuoc (BPTV) mengadakan kontes menulis tentang jurnalisme untuk semua usia untuk memperingati ulang tahun ke-97 Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 - 21 Juni 2022), saya dengan berani mengirimkan sebuah esai. Saya tidak berharap banyak; saya hanya ingin mencoba, mengungkapkan pikiran saya tentang jurnalisme, terutama pengorbanan diam-diam dan dedikasi tanpa pamrih para jurnalis selama masa-masa ketika seluruh negeri berjuang melawan pandemi Covid-19.
Penulis (ketiga dari kanan) menerima penghargaan "Karya Mengesankan" dalam rangka memperingati ulang tahun ke-97 Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 - 21 Juni 2022) dari BPTV.
Namun, segera setelah mengirimkan karya saya, saya mulai merasa cemas. Saya takut tulisan saya tidak cukup bagus, tidak cukup mendalam untuk memberikan kesan, terutama karena kompetisi tersebut memiliki ratusan peserta dari seluruh dunia. Tetapi kemudian, hanya beberapa hari kemudian, ketika saya melihat artikel saya muncul di surat kabar daring BPTV, saya tidak percaya. Saya sangat bahagia, dan bahkan lebih terkejut ketika artikel itu memenangkan penghargaan "Karya Paling Mengesankan", karena saya adalah peserta termuda dalam kompetisi tahun itu. Mungkin momen itu menyalakan api dalam diri saya—api keyakinan, harapan, dan mimpi yang lebih jelas dari sebelumnya: untuk menjadi seorang jurnalis di masa depan.
Setelah kompetisi itu, saya mulai belajar lebih banyak tentang jurnalisme. Di waktu luang, saya membaca lebih banyak laporan berita dan menonton lebih banyak berita. Saya juga memutuskan untuk mendaftar ke kelas Sastra khusus di SMA Quang Trung di Kota Dong Xoai. Saya berpikir bahwa jika saya benar-benar serius dengan impian saya, saya harus belajar keras dan berlatih sejak awal. Untungnya, dengan usaha dan dorongan dari guru dan keluarga saya, saya mencapai tujuan saya.
Melalui setiap kegiatan, saya mempelajari keterampilan baru seperti cara memegang kamera, merekam video … semua itu merupakan alat penting bagi saya untuk mengejar impian saya menjadi seorang jurnalis.
Tiga tahun di sekolah menengah kejuruan membantu saya menjadi jauh lebih dewasa. Selain akademis, saya aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama kegiatan media sekolah. Saya bergabung dengan komite media dari banyak klub seperti menyanyi, menari, karate… Melalui setiap kegiatan, saya mempelajari keterampilan baru seperti cara menggunakan kamera, merekam video, menulis laporan berita, dan bekerja dalam tim. Awalnya, saya agak canggung, dan artikel saya sering membutuhkan banyak revisi, tetapi para senior dan teman-teman saya selalu memberikan masukan, membantu saya secara bertahap menjadi lebih percaya diri dan dewasa. Setiap kali artikel saya disetujui dan diposting di halaman penggemar klub, saya merasa sangat bahagia. Saya bahagia bukan hanya karena artikel saya diakui tetapi juga karena saya merasa semakin dekat dengan impian saya untuk menjadi seorang jurnalis.
Banyak orang menasihati saya, "Jurnalisme saat ini adalah pekerjaan yang sangat berat, sama sekali tidak mudah. Bisakah kamu mengatasinya?" Setiap kali, saya dengan tenang menjawab, "Saya tidak takut akan kesulitan atau rintangan, karena saya benar-benar mencintai jurnalisme sejak lama. Saya percaya saya berada di jalur yang benar. Seberapa pun sulitnya, saya akan berusaha untuk mengejarnya hingga akhir." Saya tahu jalan di depan tidak akan mudah, dan banyak tantangan menanti. Tetapi saya selalu percaya bahwa selama saya mempertahankan semangat, antusiasme, dan hati yang tulus, saya akan cukup kuat untuk secara bertahap mendekati impian saya.
Sekarang, saat saya memasuki hari-hari terakhir kelas 12, dengan waktu yang tinggal sedikit lagi hingga kelulusan, saya harus berusaha lebih keras lagi. Setiap hari, saya bangun lebih pagi untuk belajar, mengatur waktu dengan bijak di antara mata pelajaran, dan mempertahankan pola pikir yang kuat sambil terus belajar. Saya telah menetapkan tujuan yang jelas: masuk ke jurusan jurnalistik di universitas bergengsi. Bagi saya, ini bukan sekadar pilihan karier, tetapi mimpi masa muda, sebuah perjalanan yang diam-diam telah saya mulai bertahun-tahun yang lalu.
Pada kesempatan peringatan 100 tahun Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 - 21 Juni 2025), saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua jurnalis yang telah dengan diam-diam mendedikasikan diri siang dan malam untuk menyampaikan berita yang akurat, tepat waktu, dan manusiawi kepada masyarakat. Meskipun masih banyak yang perlu dipelajari dan ditingkatkan, saya akan selalu berusaha dan tidak pernah menyerah. Saya akan melangkah dengan mantap, menulis setiap artikel dengan sepenuh hati, sehingga suatu hari nanti, tidak lama lagi, saya dapat dengan bangga menyebut diri saya sebagai seorang jurnalis.
Sumber: https://baobinhphuoc.com.vn/news/636/174167/nguoi-tre-yeu-nghe-bao






Komentar (0)