 |
| Pada pagi hari tanggal 8 Tahun Baru Imlek, pelabuhan perikanan Nam Cua Viet kembali ramai dengan perahu-perahu yang berlabuh, sarat dengan hasil laut - Foto: LT |
 |
| Banyak perahu nelayan yang berlayar pada hari keempat Tet (Tahun Baru Imlek) kini telah kembali ke pantai, membawa serta berbagai macam cumi-cumi segar, ikan, dan makanan laut - Foto: LT |
Di pelabuhan perikanan Nam Cua Viet di komune Nam Cua Viet, sejak pagi hari tanggal 24 Februari (hari ke-8 Tahun Baru Imlek), banyak kapal nelayan berlabuh dengan muatan penuh hasil laut. Di sini, banyak pedagang datang untuk membeli hasil laut langsung dari kapal untuk diangkut ke daerah-daerah seperti Kota Da Nang dan Quang Tri bagian utara untuk dikonsumsi.
 |
| Menurut banyak pedagang kecil, jumlah hasil laut yang tiba di dermaga cukup melimpah sejak hari keempat Tet (Tahun Baru Imlek) - Foto: LT |
Menurut Ibu Truong Thi Thuy, seorang pedagang hasil laut, jumlah hasil laut yang tiba di dermaga cukup melimpah sejak hari keempat Tet (Tahun Baru Imlek). Jenis hasil laut utama meliputi cumi-cumi, ikan pomfret, tuna, ikan kakap, udang, dan lain-lain, yang sebagian besar ditangkap di dekat pantai, sehingga tetap segar.
 |
| Cumi-cumi segar dari berbagai jenis dipilih dan dibeli oleh pedagang kecil - Foto: LT |
 |
| Di awal tahun, nelayan pesisir menangkap banyak hasil laut, sehingga mereka bersemangat dan berharap musim penangkapan ikan akan sukses - Foto: LT |
Di antara kapal-kapal yang berlabuh di awal tahun adalah kapal penangkap ikan milik Bapak Ho Van Quoc, yang tinggal di komune Dong Trach. Kapal tersebut, dengan kapasitas 822 tenaga kuda dan 8 awak, berangkat pada hari ke-4 Tết (Tahun Baru Imlek), menuju daerah penangkapan ikan sekitar 20 mil laut dari Pulau Con Co, dengan jangkauan operasi sekitar 40 mil laut. Setelah 4 hari, kapal tersebut hanya berhasil melakukan satu kali lemparan jaring pukat karena kondisi cuaca yang tidak menguntungkan. Meskipun demikian, hasil tangkapan tersebut membawa kegembiraan bagi seluruh awak, dengan sekitar 200 kg cumi-cumi kecil, 5 ton ikan lumba-lumba (atau kakap) yang digunakan sebagai bahan baku untuk pengolahan tepung ikan, dan beberapa hasil laut lainnya, dengan total perkiraan pendapatan sekitar 80 juta VND. Setelah dikurangi biaya bahan bakar sekitar 30 juta VND dan biaya tenaga kerja hampir 16 juta VND, perjalanan penangkapan ikan pertama tahun ini masih membawa pendapatan yang menggembirakan bagi para nelayan.
 |
| Para awak kapal Bapak Ho Van Quoc mengangkut hasil laut segar dari palka untuk memasok pedagang kecil - Foto: LT |
 |
| Selain cumi-cumi dan kerapu, perahu Bapak Ho Van Quoc juga menangkap tuna, kakap, dan lain-lain. - Foto: LT |
 |
| Para pedagang kecil memilih hasil laut segar untuk diangkut ke Kota Da Nang, Quang Tri bagian utara, dan Kota Hue untuk dikonsumsi - Foto: LT |
Selain kapal-kapal yang berlabuh dengan hasil tangkapan udang dan ikan yang melimpah, banyak kapal lain di Pelabuhan Perikanan Nam Cua Viet juga sibuk memuat kebutuhan pokok dan es serut, mengisi bahan bakar, dan melakukan ritual spiritual sebelum berangkat ke laut.
 |
| Bapak Tran Quang Dat di komune Cua Viet sibuk mempersiapkan untuk membawa kembali perahu nelayan keluarganya berkapasitas 500 CV ke laut setelah Tết - Foto: LT |
 |
| Es serut juga merupakan komoditas yang disiapkan banyak pemilik perahu untuk perjalanan memancing mereka berikutnya - Foto: LT |
Kapal-kapal yang kembali dengan muatan hasil laut tidak hanya membawa pendapatan yang signifikan bagi para nelayan, tetapi juga membangkitkan harapan untuk musim penangkapan ikan yang lebih menguntungkan di masa mendatang.
Le Truong (disusun)
Sumber: https://baoquangtri.vn/kinh-te/202602/nhon-nhip-nhung-chuyen-vuon-khoi-dau-nam-moi-81a0ef1/
Komentar (0)