Membongkar metode kecurangan berteknologi tinggi dalam ujian.

Pada konferensi bimbingan ujian masuk kelas 10 Hanoi tahun ajaran 2016-2027, Letnan Kolonel Dao Manh Tien, Wakil Kepala Departemen Teknik dan Profesional (PA06) Kepolisian Kota Hanoi, menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kecurangan ujian menggunakan perangkat berteknologi tinggi dan kecerdasan buatan semakin kompleks.

Di Vietnam, polisi telah berulang kali mengungkap jaringan yang menjual alat-alat curang seperti earphone mini, kamera tersembunyi, pemancar sinyal nirkabel, dan kacamata pintar terintegrasi AI. Oleh karena itu, pengawas ujian perlu lebih waspada terhadap metode kecurangan baru.

W-z7868705564799_94f6fa09c443d5e313742cc73b906207.jpg
Peringatan dari Satuan Operasi Teknis (PA06) Kepolisian Kota Hanoi tentang perangkat berteknologi tinggi yang disamarkan dalam barang-barang yang digunakan untuk mencontek ujian. Foto: Thanh Hung.

Metode kecurangan yang paling umum meliputi menyimpan dokumen elektronik pada kalkulator genggam dan menggunakan perangkat yang disamarkan. Beberapa kalkulator sudah dilengkapi dengan rumus, teks, jawaban, atau berkas dokumen untuk referensi di ruang ujian. Banyak perangkat juga disamarkan sebagai kalkulator Casio biasa tetapi dilengkapi dengan memori elektronik, konektivitas Bluetooth, atau kemampuan transmisi data.

Kedua, peserta ujian dapat menerima jawaban rahasia dari sumber luar melalui sinyal getaran atau teknologi konduksi tulang. Perangkat yang umum digunakan meliputi gelang elektronik, vibrator mini, kacamata pintar, earphone mini, atau perangkat yang dikenakan di leher dengan teknologi transmisi audio yang tersembunyi.

W-z7868705588539_27b123a61757dd5fd67b249b6487387f.jpg