Dalam konteks ini, "peta" investasi T&T Group menunjukkan pendekatan yang patut diperhatikan: hadir di "titik penghubung" utama pada koridor ekonomi dan jalur konektivitas strategis.

Gambar 1.JPG

Hubungan strategis pada koridor ekonomi Utara-Selatan

Di wilayah Utara, jejak infrastruktur T&T Group terlihat jelas di sepanjang poros Lao Cai - Hanoi - Hai Phong - Quang Ninh, salah satu jalur perdagangan impor-ekspor terbesar di Utara. Area ini juga memiliki konsentrasi tinggi kawasan industri, pelabuhan, dan rantai produksi yang menargetkan pasar Tiongkok dan ASEAN.

Pada jalur penghubung ini, Vietnam SuperPort™ di Phu Tho diposisikan sebagai "pelabuhan kering super" multimodal. Nilai terbesar proyek ini terletak pada perannya sebagai titik konsolidasi dan transshipment kargo pada jalur logistik Lao Cai - Hanoi - Hai Phong, di mana barang-barang diatur ulang sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke pelabuhan laut, kereta api, atau jaringan transportasi antarwilayah.

Gambar 2.jpg
T&T Group hadir di gerbang menuju laut di Quang Ninh.

Dengan mengalihkan fokusnya ke wilayah Timur Laut, sejak tahun 2015, T&T Group telah terlibat di Pelabuhan Quang Ninh sebagai pemegang saham strategis. Tak lama kemudian, pelabuhan tersebut bertransformasi menjadi penghubung maritim yang sangat penting, menguasai lebih dari 90% pangsa pasar untuk layanan pelabuhan dan logistik produk pertanian yang berangkat dari wilayah Cai Lan dan wilayah Utara.

Terletak di jalur ekonomi utama wilayah Utara, Jalan Lingkar 4 Daerah Ibu Kota Hanoi, di mana Trinidad dan Tobago turut serta dalam implementasi Komponen 3, bukan sekadar jalur transportasi antar provinsi. Dengan skala lebih dari 113 km dan total investasi lebih dari 56.000 miliar VND di bawah model Kemitraan Publik-Swasta (PPP), proyek ini merupakan salah satu proyek infrastruktur nasional utama, yang memainkan peran penting dalam membentuk kembali ruang pembangunan di sekitar ibu kota.

Setelah seluruh jalur terbentuk, pusat-pusat industri di Hanoi, Hung Yen, dan Bac Ninh akan terhubung lebih erat dalam satu ruang logistik. Dengan demikian, arus barang, produksi, dan layanan pendukung akan diatur ulang dalam skala regional, bukan berkembang secara terfragmentasi seperti sebelumnya.