Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan modern, kedai kopi bukan hanya tempat untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga ruang untuk terhubung secara emosional, menceritakan kisah sehari-hari melalui kata-kata dan gambar di media sosial. Dari momen sederhana sambil menikmati secangkir kopi hingga pengalaman dekat dengan alam, semua ini telah menciptakan daya tarik unik di media sosial, menarik pengunjung dari jauh.

Unggahan Facebook dari seorang pengunjung dari Hanoi yang mengunjungi Moc Cafe (Kelurahan 7, Kota Bac Lieu). Foto: TN
Sebuah pojok kecil untuk bercerita di jantung kota.
Di antara ratusan kafe yang bermunculan setiap tahun, beberapa tempat usaha kecil menonjol berkat kisah-kisah tulus, menawan, dan kaya emosi yang mereka bagikan di media sosial. Justru unggahan-unggahan sederhana, humoris, namun berdampak inilah yang telah menciptakan komunitas yang erat, di mana orang-orang tidak hanya membaca tetapi juga merasakan kehangatan dan pesona Delta Mekong melalui setiap kata.
Selama perjalanan bisnis ke Bac Lieu , Ibu Thuy, seorang pengunjung dari Hanoi, berbagi pemikirannya setelah mengunjungi Moc Cafe, sebuah tempat kecil di jantung Kota Bac Lieu: “Ini adalah kafe terlucu di dunia. Saya sudah lama mengikuti halaman Facebook kafe ini, dan saya belum menemukan siapa pun yang sekreatif dan menggemaskan dalam kontennya seperti pemiliknya.” Ini bukan sekadar pujian; ini adalah bukti kecerdasan dan humor yang memikat yang secara rutin diposting oleh kafe tersebut. Tidak hanya terkesan dengan konten yang unik, Ibu Thuy juga tersentuh oleh keramahan penduduk Bac Lieu. Bapak Thai Duong, pemilik Moc Cafe, berjanji bahwa jika beliau kembali, beliau akan secara pribadi memasak makanan khas lokal untuk menjamu beliau. Dapat dikatakan bahwa ulasan pelanggan yang tulus, terutama dari pelanggan yang jauh, adalah cara paling efektif untuk terhubung secara emosional dan menyebarkan nilai sebuah kafe.
Sementara itu, Kafe Peternakan Domba (komune Vinh Trach, kota Bac Lieu) memilih untuk menceritakan kisah-kisah di Facebook tentang perjalanan penuh sukacita dan tawa anak-anak dan keluarga mereka saat pertama kali berinteraksi dengan hewan-hewan seperti domba, kelinci, kambing, dan unta di ruang terbuka yang hijau. Di sini, anak-anak dan keluarga mereka dapat dengan bebas berolahraga dan bermain di luar ruangan, alih-alih bergantung pada layar ponsel atau tablet seperti di rumah. Ini adalah kisah-kisah otentik yang membangkitkan emosi nyata, membuat pengguna Facebook merasa seperti sedang menikmati pengalaman ngopi "online", dan kemudian membuat mereka ingin berkunjung lagi segera.
Media sosial sebagai katalis
Saat ini, media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi katalis budaya yang ampuh. Kafe-kafe yang memanfaatkan Facebook dan TikTok sebagai buku harian digital, menceritakan kisah sehari-hari melalui gambar, kata-kata, dan emosi yang tulus, telah berkontribusi dalam menyoroti budaya lokal dengan cara yang paling alami dan dinamis. Tanpa trik atau gambar yang diedit secara berlebihan, kesederhanaan kata-kata, keaslian setiap video pendek, dan gaya bercerita yang menawan menciptakan identitas unik untuk setiap kafe. Pengikut bukan hanya pelanggan, tetapi telah menjadi komunitas yang erat, dengan penuh antusias menantikan setiap unggahan seolah-olah mengantisipasi cerita selanjutnya.
Yang berharga adalah pelanggan sendiri berkontribusi pada perjalanan bercerita ini melalui ulasan pribadi, foto, dan video . Interaksi ini memungkinkan keindahan kafe dan semangat daerah tersebut menyebar lebih luas, melampaui batas geografis satu provinsi atau kota. Kisah sebuah kafe kecil di Bac Lieu yang menjadi destinasi favorit wisatawan dari jauh berkat media sosial – sesuatu yang tampaknya mustahil – benar-benar telah terjadi.
Fakta bahwa banyak kafe di Bac Lieu belajar bagaimana bercerita melalui media sosial untuk menarik wisatawan adalah pertanda positif. Ini juga merupakan pendekatan pariwisata yang telah berhasil diterapkan oleh kota-kota seperti Da Lat, Hoi An, dan Da Nang – di mana setiap kafe bukan hanya tempat persinggahan, tetapi juga sebuah kisah yang hidup dan banyak dibagikan secara online. Di era di mana orang mudah bosan dengan klise, cerita yang diceritakan dengan tulus, bersama dengan suasana yang ramah dan hangat, adalah hal yang benar-benar memikat wisatawan dan meninggalkan kesan abadi di peta pariwisata Bac Lieu.
BUI TUYET
Sumber: https://baocamau.vn/nhung-quan-ca-phe-biet-ke-chuyen-a76540.html







Komentar (0)