Kebiasaan malam hari yang tampaknya tidak berbahaya dapat secara diam-diam membahayakan ginjal Anda:
1. Tahan keinginan untuk buang air kecil di malam hari.
Banyak orang mencoba menahan buang air kecil di malam hari agar tidak mengganggu tidur mereka, tetapi kebiasaan ini dapat membahayakan sistem kemih dan ginjal. Ketika urin ditahan terlalu lama, kandung kemih tidak sepenuhnya kosong, tekanan di saluran kemih meningkat, dan menciptakan kondisi bagi bakteri untuk berkembang biak.
Infeksi berulang dapat menyebar ke ginjal, mengganggu proses penyaringan darah, menyebabkan peradangan, atau jaringan parut pada ginjal. Kesulitan buang air kecil yang sering, aliran urine yang lemah, atau nyeri saat buang air kecil adalah tanda-tanda peringatan yang memerlukan pemeriksaan dini untuk menghindari kerusakan ginjal jangka panjang.

Menahan buang air kecil adalah kebiasaan yang diam-diam merusak ginjal, dan banyak orang masih melakukannya.
2. Minumlah banyak air tepat sebelum tidur.
Minum banyak air sekaligus sebelum tidur memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah dan menghasilkan urine pada saat tubuh membutuhkan istirahat. Ketika air dikonsumsi secara berlebihan di larut malam, ginjal dipaksa bekerja lebih intensif, meningkatkan produksi urine, menyebabkan sering buang air kecil di malam hari, dan mengganggu tidur.
Terbangun berkali-kali tidak hanya mengurangi kualitas tidur tetapi juga mengganggu ritme sirkadian dan mekanisme pemulihan alami yang mendukung fungsi ginjal. Oleh karena itu, daripada minum banyak air di malam hari, lebih baik mendistribusikan asupan cairan secara tepat sepanjang siang dan sore hari untuk mengurangi beban pada ginjal.
3. Minum air sangat sedikit untuk menghindari kebutuhan buang air kecil.
Sebaliknya, mengurangi asupan air sebelum tidur untuk menghindari buang air kecil di malam hari justru dapat kontraproduktif karena dehidrasi di malam hari dapat menyebabkan ginjal menahan air, sehingga meningkatkan konsentrasi produk limbah dalam urine.
Dehidrasi kronis dapat membuat urine lebih pekat, meningkatkan risiko batu ginjal dan mengiritasi saluran kemih. Untuk mengatasinya, minumlah cukup air di awal hari, secara bertahap kurangi asupan Anda menjelang malam, dan pilih jumlah sedang sebelum tidur jika diperlukan. Bagi mereka yang memiliki kondisi medis yang memerlukan pembatasan cairan, seperti masalah jantung atau ginjal tertentu, ikuti petunjuk dokter Anda dengan ketat.
4. Konsumsi makanan kaya protein di larut malam.
Protein sangat penting, tetapi mengonsumsi makanan kaya protein dalam porsi besar atau mengonsumsi suplemen protein tepat sebelum tidur dapat memberi tekanan pada ginjal di malam hari. Protein dipecah menjadi produk limbah seperti urea, yang disaring ginjal dari darah. Bagi penderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal, mengonsumsi terlalu banyak protein dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada sistem filtrasi ginjal dan menyebabkan kerusakan.
Namun, tidak semua orang harus menghindari konsumsi protein di malam hari, terutama jika mereka bertujuan untuk membangun otot, tetapi waktu dan jumlah protein sangat penting. Oleh karena itu, asupan protein sebaiknya lebih diprioritaskan saat sarapan atau makan di awal hari.
5. Mengonsumsi alkohol menjelang waktu tidur berbahaya bagi ginjal.
Mengonsumsi alkohol sebelum tidur memengaruhi hidrasi, tekanan darah, dan siklus tidur dengan cara yang secara tidak langsung dapat memberi tekanan pada ginjal.
Alkohol pada awalnya meningkatkan produksi urine, yang kemudian dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu siklus tidur restoratif yang mengatur tekanan darah dan proses pemulihan. Bagi penderita diabetes atau tekanan darah tinggi, perubahan ini sangat penting karena dapat memengaruhi kesehatan ginjal seiring waktu.
6. Mengonsumsi NSAID atau obat-obatan tertentu lainnya di malam hari tanpa petunjuk dokter.
Obat pereda nyeri umum yang disebut NSAID dapat mengurangi aliran darah ke ginjal pada beberapa orang, terutama dengan penggunaan jangka panjang di malam hari atau bila dikombinasikan dengan dehidrasi atau obat-obatan lain. Penurunan aliran darah ini dapat mengurangi filtrasi dan, seiring waktu, berkontribusi pada kerusakan ginjal pada individu yang rentan. Oleh karena itu, selalu perlu untuk berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan yang lebih aman dan waktu penggunaan obat yang tepat.
7. Ngemil makanan asin di larut malam.
Mengonsumsi camilan larut malam dengan makanan asin seperti keripik kentang dapat meningkatkan retensi air dan tekanan darah, secara tidak langsung memberi beban lebih pada ginjal. Garam menarik air ke dalam aliran darah dan dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah, memaksa ginjal untuk menyaring lebih banyak air guna menjaga keseimbangan. Seiring waktu, kebiasaan makan tinggi garam yang berulang berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan memberi beban pada fungsi ginjal.
Alih-alih mengonsumsi keripik kentang asin atau makanan olahan di larut malam, pilihlah pilihan yang lebih rendah garam seperti kacang-kacangan tanpa garam dalam porsi yang terkontrol, atau beberapa biji-bijian utuh.

Mengonsumsi camilan asin di larut malam adalah kebiasaan yang diam-diam merusak ginjal.
8. Paparan cahaya biru yang kuat sebelum dan selama tidur.
Penggunaan layar terang atau tidur dengan paparan cahaya biru yang kuat dari ponsel, tablet, atau bahkan lampu jalan seringkali menjadi sumber stres metabolik yang terabaikan. Cahaya yang kuat, terutama dalam spektrum biru, sangat menghambat melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh. Ketika kualitas tidur terganggu dan tubuh tetap dalam keadaan stres ringan (kortisol lebih tinggi), hal itu berdampak negatif pada istirahat metabolik yang dibutuhkan ginjal.
Selain itu, kurang tidur yang berkepanjangan mengganggu kemampuan untuk mengatur tekanan darah dan gula darah, faktor-faktor penting yang, seiring waktu, mempercepat kerusakan pada pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/nhung-thoi-quen-ban-dem-am-tham-gay-hai-than-169260115123757044.htm










Komentar (0)