Berikut adalah tiga makanan dan minuman umum yang mengandung kafein beserta manfaatnya, menurut Healthline (AS).
Kopi
Kopi adalah minuman yang terbuat dari biji kopi – sumber kafein alami yang paling umum. Secangkir kopi rata-rata (sekitar 240 ml) mengandung sekitar 100 mg kafein.
Namun, kandungan kafein dapat sangat bervariasi tergantung pada jenis kopi dan cara penyeduhannya (buatan sendiri atau dibeli dari kedai kopi). Ada juga kopi tanpa kafein (decaf coffee), yang masih mengandung kafein tetapi dalam jumlah yang jauh lebih rendah daripada kopi biasa. Secangkir kopi tanpa kafein berukuran 240 ml dapat mengandung antara 1 hingga 50 mg kafein, tergantung pada merek dan metode penyeduhannya.
Biji kakao dan cokelat
Sama seperti biji kopi, biji kakao juga mengandung kafein secara alami. Oleh karena itu, semua jenis cokelat atau makanan dengan rasa cokelat mengandung kafein, khususnya:

Cokelat hitam biasanya mengandung lebih banyak kafein daripada cokelat susu.
FOTO: N. Quyen (Dibuat oleh siapa?)
- Cokelat hitam seringkali memiliki kandungan kafein yang tinggi.
- Cokelat susu mengandung lebih sedikit kafein.
- Cokelat murni atau cokelat yang digunakan dalam pembuatan kue dapat mengandung kafein dalam jumlah tinggi.
Selain kafein, kakao juga mengandung flavonol dan metilxantin—senyawa dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat memberikan manfaat kesehatan.
Teh hijau
Teh hijau merupakan sumber kafein alami yang sangat populer, terutama di Asia. Secangkir teh hijau 240 ml biasanya mengandung sekitar 30-50 mg kafein, sekitar setengah dari jumlah kafein dalam kopi. Teh hijau juga mengandung theanine, asam amino yang diyakini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fungsi otak bila dikombinasikan dengan kafein.
Apa saja manfaat kafein?
Kafein merangsang otak dan sistem saraf, meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan konsentrasi. Dalam jumlah sedang, kafein juga dapat mendukung suasana hati, refleks, dan performa atletik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat membantu melindungi hati, mengurangi risiko sirosis, kanker hati, dan kanker kolorektal, sekaligus mendukung kesehatan kardiovaskular dan usus serta mengurangi risiko diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit neurologis tertentu.
Namun, efek kafein bergantung pada dosis dan toleransi individu. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa orang dewasa sehat umumnya dapat mengonsumsi hingga sekitar 400 mg kafein per hari tanpa efek kesehatan yang signifikan.
Sumber: https://thanhnien.vn/nhung-thuc-pham-giau-caffeine-va-loi-ich-khi-dung-dung-cach-185260522122837424.htm







Komentar (0)