Pada 7 Juli, wilayah Voronezh, Rusia, diserang oleh kendaraan udara tak berawak (UAV). Media Rusia melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan sebuah gudang, kata Alexander Gusev, gubernur wilayah Voronezh yang sama.
Menurut kantor berita TASS , melalui aplikasi Telegram, Gubernur Alexander Gusev menyatakan bahwa keadaan darurat telah diumumkan di sebuah distrik di Distrik Podgorensky, tempat serangan UAV terjadi pada malam hari. Hingga saat ini, alat peledak masih terus meledak.
Layanan darurat bekerja di lokasi kejadian setelah ledakan yang diduga disebabkan oleh drone. (Sumber: Getty Images) |
Salah satu ledakan menyebabkan kebakaran di sebuah gudang rumah tinggal. Api telah dipadamkan dan "tidak ada korban jiwa," ujar Gusev melalui aplikasi pesan Telegram, seraya menambahkan bahwa beberapa warga di distrik Podgorensky di wilayah tersebut sedang dievakuasi.
Pejabat itu juga mengatakan bahwa pasukan fungsional telah hadir di lokasi kejadian untuk melaksanakan tugas mereka. "Sebagian jalan raya yang melintasi daerah padat penduduk telah diblokir. Warga dievakuasi ke pusat-pusat penampungan sementara. Staf departemen dan pasukan bergerak sedang bertugas di lokasi kejadian," ujarnya.
"Mereka menyimpan rudal darat-ke-darat dan darat-ke-udara, peluru untuk tank dan artileri, serta amunisi untuk senjata," kata seorang pejabat keamanan Ukraina, menurut ABC News . "Dari gudang inilah Rusia memasok amunisi kepada pasukan mereka di Ukraina," ujarnya.
Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan serangan tersebut dalam jumpa pers pagi harinya, tetapi menyatakan bahwa sistem pertahanan udara telah menghancurkan sebuah UAV Ukraina di wilayah Belgorod. Kementerian hanya mengonfirmasi bahwa sistem rudal balistik Iskander Rusia telah menghancurkan dua peluncur rudal pertahanan udara Patriot dan radar Zhiraf di wilayah Odessa, Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan: "Awak kompleks operasional-taktis Iskander melancarkan serangan terarah terhadap kompleks rudal pertahanan udara Patriot milik Angkatan Bersenjata Ukraina di daerah pemukiman Yuzhnoye, wilayah Odessa. Akibatnya, dua peluncur kompleks Patriot dan stasiun radar Zhiraf hancur total."
Ukraina belum mengomentari informasi di atas.
Pihak berwenang di wilayah Krasnodar, Rusia, mengatakan pada 6 Juli bahwa kebakaran juga terjadi di sebuah depot minyak yang disebabkan oleh puing-puing yang jatuh dari sebuah drone. Layanan darurat Rusia mengatakan api telah padam pada pagi hari tanggal 7 Juli.
Serangan udara tersebut terjadi setelah seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan kepada Associated Press pada tanggal 5 Juli bahwa pasukan Kiev telah ditarik dari sebuah lingkungan di pinggiran Chasiv Yar, sebuah kota penting yang strategis di wilayah Donetsk, Ukraina, yang telah hancur menjadi puing-puing setelah serangan Rusia selama sebulan.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/no-lon-o-voronezh-nga-phan-ung-ve-vu-tan-cong-bang-uav-cua-ukraine-ban-bo-tinh-trang-khan-cap-277825.html
Komentar (0)