
Kehangatan semangat komunitas dan kasih sayang antar tetangga.
Saat mengajak kami mengunjungi Bapak Nguyen Van Minh, seorang keluarga yang hampir miskin, Ibu Luu Thi Tan, Kepala Desa Dong Xa Nam (Komune Dong Cam, Distrik Kim Thanh), mengatakan bahwa keadaan Bapak Minh sangat sulit. Istrinya meninggal dunia lebih awal, dan kedua anaknya saat ini tinggal di Selatan tetapi juga miskin dan tidak mampu membantu ayah mereka. Topan No. 3 baru-baru ini telah menerbangkan atap rumahnya.
Dalam situasi tersebut, organisasi-organisasi masyarakat di desa dan komune bergandengan tangan untuk membantunya membangun kembali atap rumahnya agar ia dapat menjalani masa tuanya dengan tenang. Terharu oleh kasih sayang dan dukungan dari tetangganya, Bapak Minh berkata: "Tanpa bantuan ini, akan sangat sulit bagi saya untuk membangun kembali atap rumah saya karena di luar kemampuan saya. Saya merasa kebaikan dan solidaritas masyarakat sungguh berharga."

Sebelumnya, dukungan dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu di Dong Xa Nam memang mendapat perhatian, tetapi kurang mendalam. Sejak penerapan model percontohan tentang perilaku beradab di tempat umum, kegiatan dukungan bagi masyarakat kurang mampu khususnya, dan kegiatan budaya, seni, dan olahraga di komune pada umumnya, telah mendapat perhatian lebih dan dilaksanakan secara lebih sistematis.
Desa tersebut telah membentuk model "Tempat Perlindungan Kasih Sayang" dan "Tahun Baru Imlek yang Penuh Belas Kasih" untuk mendukung dan membantu mereka yang membutuhkan. Dukungan diberikan secara teratur, bukan sporadis seperti sebelumnya, dan anggota model-model ini mengunjungi setiap rumah tangga untuk memahami pemikiran dan aspirasi setiap keluarga agar dapat memberikan bantuan yang sesuai. "Model-model ini efektif, dan penduduk desa sangat aktif terlibat dalam mendukungnya baik secara materi maupun spiritual," kata Ibu Tan.
Sejak penerapan model perilaku beradab di tempat umum, hubungan antar tetangga dan perilaku masyarakat di desa Ngoc Hoa (komune Vinh Hoa, distrik Ninh Giang) telah berubah secara signifikan. Bapak Nguyen Trong Giao, kepala desa Ngoc Hoa, mengatakan bahwa sebelumnya, konflik kadang-kadang muncul antar warga desa karena hal-hal sepele, tetapi baru-baru ini, situasi ini telah teratasi.
Sejak awal tahun, hanya ada satu perselisihan di desa terkait pembangunan saluran drainase, tetapi setelah pejabat desa menjelaskan situasinya, pihak-pihak yang bersengketa memahami dan menyelesaikan masalah tersebut secara damai. "Kami merasa bahwa orang-orang berperilaku lebih beradab dan sopan daripada sebelumnya, memperhatikan ucapan dan tindakan mereka. Akibatnya, hubungan bertetangga menjadi semakin kuat," kata Bapak Giao.
Ini adalah kriteria untuk mengevaluasi keluarga yang menjadi teladan budaya.

Karena merupakan proyek percontohan, kedua desa tersebut menghadapi beberapa kesulitan ketika pertama kali diimplementasikan. Salah satu masalahnya adalah penduduk belum memahami kriteria perilaku beradab di tempat umum, atau bagaimana menerapkannya. Untuk mengatasi hal ini, setiap daerah mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Bapak Nguyen Trong Giao menyatakan bahwa daerah tersebut memprioritaskan kerja propaganda dan peningkatan kesadaran masyarakat. Selain memasang spanduk dan poster berisi tentang perilaku beradab di tempat umum di pusat kebudayaan desa, kuil, pagoda, dan pintu masuk pasar, mereka juga menyebarkan informasi tentang perilaku beradab di tempat umum selama pertemuan, rapat cabang partai, dan kegiatan organisasi massa.

Di Desa Dong Xa Nam, para pejabat desa mendatangi setiap rumah untuk menandatangani komitmen dengan warga agar mematuhi aturan perilaku beradab di tempat umum. Melalui penandatanganan komitmen ini, mereka juga menyebarkan informasi kepada setiap rumah tangga tentang isi dan kriteria perilaku beradab di tempat umum. Bapak Vu Quang Nguyen, seorang warga Dong Xa Nam, mengatakan: “Kami semua setuju untuk melaksanakan isi komitmen tersebut. Saya merasa pelaksanaan ini mudah dan bermanfaat bagi saya sendiri maupun masyarakat.”
Di kedua desa tersebut, kriteria untuk mengevaluasi "Keluarga Teladan Budaya" mencakup perilaku beradab di ruang publik, yang menghasilkan hasil lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Di Dong Xa Nam, persentase keluarga teladan budaya tahun ini mencapai 97%, meningkat 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di desa Ngoc Hoa, angka ini mencapai 96,11%, meningkat 0,81%, dan 24 keluarga diakui dengan gelar "Kakek-Nenek Teladan, Anak yang Setia dan Berbakti, dan Cucu yang Berbudi Luhur," meningkat 3 keluarga dibandingkan tahun sebelumnya. Di daerah-daerah ini, lingkungan bersih, dan aktivitas fisik serta olahraga berkembang pesat. Klub olahraga, bola voli, dan tari tradisional menarik banyak orang dari segala usia.

Dalam mengevaluasi gerakan ini, banyak warga dan pemimpin dari kedua desa tersebut menegaskan bahwa telah terjadi perubahan positif, dengan orang-orang berperilaku lebih beradab dan sopan satu sama lain. Konflik besar telah berkurang menjadi konflik kecil, dan konflik kecil telah diselesaikan hingga tidak ada lagi. Masyarakat dan pejabat desa di daerah ini berharap gerakan ini akan menyebar lebih luas untuk menciptakan lebih banyak model perilaku publik yang beradab.
THANH HASumber: https://baohaiduong.vn/o-noi-ung-xu-van-minh-cong-cong-396877.html






Komentar (0)