
Hadir dalam acara tersebut antara lain: Bapak Le Quang Tu Do, Direktur Departemen Radio, Televisi dan Informasi Elektronik; Bapak Nguyen Xuan Bac, Direktur Departemen Seni Pertunjukan; Ibu Nguyen Thi Thanh Huyen, Wakil Direktur Departemen Radio, Televisi dan Informasi Elektronik…
Yang mewakili Kota Ho Chi Minh adalah Kamerad Le Van Minh, Wakil Ketua Komite Tetap Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Komite Partai Kota Ho Chi Minh.
Menurut Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, dalam konteks lingkungan digital yang berkembang pesat, di samping peluang untuk koneksi, kreativitas, dan pengembangan ekonomi digital, banyak tantangan juga muncul, seperti berita palsu, disinformasi, konten berbahaya, perilaku ofensif, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan dampak negatif pada masyarakat, terutama pada kaum muda.
Dalam situasi ini, pada tanggal 5 Maret 2026, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengeluarkan Kode Etik Perilaku Budaya di Lingkungan Digital, bersamaan dengan Keputusan No. 423/QD-BVHTTDL, yang bertujuan untuk membimbing perilaku organisasi dan individu sesuai dengan nilai-nilai budaya, etika, dan hukum; serta berkontribusi dalam membangun lingkungan daring yang sehat yang menghormati identitas budaya Vietnam dan menyebarkan konten positif dan kreatif.
Dalam pidatonya di konferensi tersebut, Ibu Nguyen Thi Thanh Huyen menyatakan bahwa Kode Etik tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan tanggung jawab, transparansi, dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menangani pelanggaran di dunia maya.

Menurut Ibu Nguyen Thi Thanh Huyen, Kode Etik berlaku untuk lima kelompok entitas: individu; jejaring sosial dan platform digital; penyedia layanan internet; pers, media, periklanan, dan pertunjukan; serta lembaga, organisasi, dan bisnis lainnya.
Kode Etik untuk Lingkungan Digital yang Berbudaya Baik berfokus pada empat prinsip inti: kepatuhan terhadap hukum; perilaku beradab; menghormati perbedaan; dan tanggung jawab atas konten yang dibagikan. Prinsip-prinsip ini dianggap sebagai fondasi untuk membangun budaya daring yang positif bagi individu, kreator konten, bisnis, dan platform digital.
Bagi individu dan influencer, Kode Etik mewajibkan mereka untuk menjunjung tinggi tanggung jawab sosial, menyebarkan konten positif, menghormati hak cipta, memverifikasi informasi sebelum membagikan; tidak mengeksploitasi kepercayaan publik untuk keuntungan; dan tidak mempromosikan perilaku ilegal atau tidak bermoral.
Bagi platform digital, kantor berita, penyedia layanan internet, dan organisasi terkait, Kode Etik menekankan perlunya transparansi dalam operasional; pengendalian dan penanganan proaktif terhadap berita palsu dan informasi berbahaya; peningkatan perlindungan data pribadi, terutama data anak-anak; dan koordinasi dengan otoritas terkait dalam menyebarkan informasi, memberikan panduan, dan membangun budaya perilaku yang sehat di lingkungan digital.
Puncak acara konferensi tersebut adalah pengumuman inisiatif "Bergandengan Tangan untuk Membangun Lingkungan Budaya Daring," dengan berbagai solusi seperti menyebarkan informasi positif; mencegah berita palsu dan konten berbahaya; melindungi hak kekayaan intelektual; membangun lingkungan periklanan yang transparan dan sehat; memperkuat pengawasan terhadap konten iklan dan pertunjukan seni di lingkungan daring; serta mendorong dan menghargai produk konten digital yang memiliki nilai positif bagi komunitas dan masyarakat.
Pada kesempatan ini, Departemen Penyiaran, Televisi, dan Informasi Elektronik juga secara resmi meluncurkan Portal Informasi Elektronik dan basis data tentang kreator konten digital dan periklanan online di Vietnam. Portal ini diharapkan dapat berkontribusi pada transparansi ekosistem KOL/KOC, periklanan digital, dan pembuatan konten; serta mendukung lembaga pengelola, bisnis, dan masyarakat dalam membangun lingkungan media digital yang profesional, aman, dan berkelanjutan.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/xay-dung-van-hoa-ung-xu-tich-cuc-tren-khong-gian-mang-post853888.html








Komentar (0)