"Hubungan bilateral selalu berkembang dengan baik dan kuat," kata Presiden Putin saat menjamu mitranya dari Afrika, Samia Suluhu Hassan, untuk melakukan pembicaraan di Moskow pada 3 Juni.
Presiden Putin mencatat bahwa tahun ini menandai peringatan ke-65 terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara, dan menyatakan bahwa perdagangan bilateral meningkat sebesar 25% tahun lalu. Presiden Rusia juga menekankan bahwa kerja sama ekonomi perlu terus diperluas.
Menurut pemimpin Rusia, peluang pertumbuhan ada di banyak sektor, termasuk energi, eksplorasi geologi, transportasi, logistik, perawatan kesehatan, dan pendidikan .
Pemimpin Rusia tersebut mencatat bahwa presiden Tanzania telah memilih Moskow untuk kunjungan kenegaraan pertamanya setelah menjabat pada November 2025.
Sementara itu, Presiden Samia mengatakan kunjungan tersebut memiliki “makna khusus” baginya secara pribadi dan bagi Tanzania.
Dia mencatat bahwa lebih dari setengah abad telah berlalu sejak kunjungan kenegaraan sebelumnya, ketika Julius Nyerere, presiden pertama negara Afrika ini, mengunjungi Uni Soviet pada tahun 1969.
Pemimpin Tanzania itu juga menyampaikan rasa terima kasih atas peran Rusia dalam gerakan pembebasan Afrika dan menekankan bahwa Rusia telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Tanzania selama beberapa dekade terakhir.
"Kami telah bekerja sama dengan Rusia, dan dengan perkembangan pesat yang kami saksikan di negara saya, Rusia telah memberikan kontribusi yang sangat besar," kata pemimpin Tanzania itu.
Pembicaraan tersebut berlangsung setelah Tanzania menjadi tuan rumah pertemuan ketiga Komite Antar Pemerintah Rusia-Tanzania tentang Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi pada Mei 2026.
Selama pertemuan tersebut, Kitila Alexander Mkumbo, Menteri Negara Perencanaan dan Investasi di Kantor Presiden Tanzania, menyatakan bahwa pengembangan kerja sama di sektor pertanian dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/ong-putin-noi-gi-ve-quan-he-nga-tanzania-post780401.html







Komentar (0)