Gambar ilustrasi (Foto: Reuters)
Pusat Dukungan Teknis perusahaan juga telah menerima ratusan panggilan yang meminta bantuan dalam menangani malware enkripsi data.
Baru-baru ini, sistem pemantauan virusnya mendeteksi kode enkripsi data yang disebut “STOP/DJVU” atau “FARGO3” yang menargetkan bisnis dan unit yang menggunakan perangkat lunak manajemen data akuntansi untuk mencuri data. Menurut statistik, lebih dari 260 server telah diretas dari lebih dari 6.000 Protokol Internet (IP) yang berbeda.
Yang perlu diperhatikan, dari ratusan kasus yang menghubungi Bkav untuk meminta bantuan, lebih dari 50% tidak menggunakan perangkat lunak antivirus, atau menginstal aplikasi atau perangkat lunak perlindungan komputer yang tidak cukup kuat. Secara khusus, banyak unit memiliki volume data penting yang besar tetapi menggunakan perangkat lunak antivirus gratis, sehingga efek perlindungannya tidak terjamin.
Untuk menghindari serangan enkripsi data, para ahli menyarankan agar pengguna dan tim administrasi sistem komputer secara teratur melakukan pencadangan (backup) data penting, serta secara proaktif menginstal dan memperbarui perangkat lunak antivirus dan pendeteksi kode berbahaya yang dilindungi hak cipta untuk perlindungan yang lebih baik.
VNA
Tautan sumber







Komentar (0)