
Hari itu merupakan kasus khusus; pasiennya adalah Bapak NHH (49 tahun, tinggal di provinsi Quang Tri ). Pasien H. didiagnosis oleh dokter di Rumah Sakit Onkologi Da Nang dengan kanker esofagus bagian atas bersamaan dengan kanker lambung, yang diperumit oleh disfagia.
Karena pasien H menderita dua jenis kanker secara bersamaan, pemilihan metode pembedahan dipertimbangkan dengan cermat oleh para dokter. Pada akhirnya, metode "esofagektomi total, gastrektomi, diikuti dengan rekonstruksi menggunakan usus besar" diresepkan untuk pasien H.
Melakukan operasi esofagus rutin merupakan teknik yang sulit, sehingga operasi untuk pasien H. akan jauh lebih menantang, memakan waktu lebih lama, dan membutuhkan ahli bedah dengan pengalaman dan keahlian yang luas untuk melakukan pembedahan yang tepat, memprediksi dan mengendalikan risiko komplikasi secara akurat…
Di dalam ruang operasi, ritme kerja para perawat bedah dan teknisi anestesi mengikuti prosedur yang ketat. Operasi resmi dimulai. Suasana menjadi hening, hanya dipecah oleh suara mesin pemantau, dentingan instrumen baja tahan karat, pisau bedah listrik, dan sesekali suara tegas dokter bedah yang memberi perintah. Ada sesuatu yang perlu dibicarakan, dan tim memulai pertukaran profesional.
Setelah 6 jam, pasien H. menjalani esofagektomi dan gastrektomi total, dengan rekonstruksi menggunakan usus besar. Sebuah selang jejunostomi dimasukkan untuk pemberian makan melalui selang nasogastrik, memberikan dukungan nutrisi. Pasien kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan pasca operasi. Setelah operasi, kesehatan pasien H. membaik secara signifikan, selang makan dilepas, dan pasien H. dapat makan dan minum secara oral serta melanjutkan aktivitas sehari-hari normal.
Pasien H. berbagi: “Saya sangat berterima kasih kepada staf medis Departemen Bedah 1 (Rumah Sakit Onkologi Da Nang) dan para dokter dalam tim bedah. Saya menerima konsultasi menyeluruh dari para dokter sebelum operasi, sehingga saya merasa benar-benar tenang dan nyaman selama pemulihan. Saya benar-benar merasa terlahir kembali saat hidup saya secara bertahap kembali normal, berat badan saya bertambah 2 kilogram dan saya sepenuhnya siap untuk menjalani perjalanan kemoterapi selanjutnya.”
Di dalam ruang operasi, kehidupan diciptakan kembali, di mana setiap momen menyimpan kisah-kisah yang tak terucapkan; di sinilah pengobatan modern benar-benar menunjukkan kekuatan ajaibnya. Ini adalah ruang yang sunyi, di mana iman dan pengorbanan manusia sangatlah penting.
Ketika pintu ruang operasi tertutup, para ahli bedah menjadi "prajurit" garda terdepan dalam pertempuran untuk menyelamatkan nyawa. Di dalam ruang operasi, semua fokus tertuju pada ketelitian dan kecermatan setiap operasi, fungsi sempurna mesin dan peralatan modern, dan terutama ketenangan untuk merasakan kehidupan di tangan ahli bedah.

Sejak awal berdirinya, Rumah Sakit Onkologi Da Nang telah dilengkapi dengan sistem mesin dan peralatan untuk menangani operasi kanker yang kompleks secara efektif. Namun, teknologi hanyalah alat; keterampilan tangan, penilaian, keteguhan, dan ketegasan dokter dalam situasi yang tak terduga adalah faktor penentu keberhasilan operasi.
Ruang operasi bukan hanya tempat di mana manusia dan teknologi bertemu, tetapi juga tempat di mana bakat dan dedikasi para ahli bedah bersinar, menegaskan peran intelektual dalam menguasai teknologi—peran yang tidak dapat digantikan oleh peralatan modern apa pun.
Tekanan itu bukan hanya berasal dari pekerjaan mereka, tetapi juga dari harapan pasien dan keluarga mereka. Tatapan khawatir, pertanyaan penuh harapan terkadang bisa menjadi beban tak terlihat bagi para dokter. Namun di atas segalanya, mereka tetap teguh, mengutamakan kesehatan dan nyawa pasien mereka di atas segalanya.
Banyak pasien memasuki ruang rumah sakit dengan perasaan takut, tetapi mereka selalu membawa serta keyakinan pada tim medis. Keyakinan inilah yang memberdayakan para dokter untuk mengatasi tantangan dan mendedikasikan diri mereka sepenuhnya untuk setiap operasi.
Di balik pintu ruang operasi terdapat pengorbanan yang sunyi, upaya luar biasa, dan keyakinan yang teguh pada kehidupan. Ini adalah tempat di mana para dokter bekerja tidak hanya dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dengan etika medis dan belas kasih. Ketika hidup adalah anugerah, maka mereka yang berdiri di ruang operasi adalah anugerah yang diberikan kepada pasien.
Seorang ahli bedah mengungkapkan: "Kami tidak takut akan tanggung jawab; kami bertindak berdasarkan rasa tanggung jawab dan hati nurani sebagai profesional medis. Di sini, kami memiliki pengetahuan dan niat baik, tetapi tidak ada ruang untuk ketidakpedulian."
Sumber: https://baodanang.vn/phia-sau-canh-cua-phong-mo-3301295.html






Komentar (0)