Infrastruktur digital - fondasi untuk menjembatani kesenjangan informasi.

Dalam konteks transformasi digital yang sedang berlangsung di seluruh negeri, akses terhadap informasi semakin menjadi faktor penentu dalam peluang pembangunan di setiap daerah. Bagi Nghe An – sebuah provinsi dengan wilayah yang luas dan medan yang beragam mulai dari dataran hingga daerah pegunungan dan perbatasan – mempersempit kesenjangan informasi antar daerah selalu menjadi tugas penting dalam proses pembangunan sosial -ekonomi.

Provinsi Nghe An telah memprioritaskan investasi dalam teknologi informasi dan transformasi digital untuk membangun fondasi bagi pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa di banyak daerah pegunungan dan terpencil, masih terdapat daerah dengan "tidak ada sinyal" atau "zona mati" dalam cakupan telekomunikasi. Hal ini tidak hanya memengaruhi kehidupan masyarakat tetapi juga mengurangi efisiensi operasional pemerintah daerah dan membatasi akses terhadap informasi dan layanan publik.

Untuk mengatasi masalah ini, provinsi tersebut telah meminta perusahaan telekomunikasi untuk fokus berinvestasi dalam infrastruktur di daerah-daerah yang kurang beruntung, memperluas cakupan 4G dan 5G, dan meneliti penerapan internet satelit orbit rendah untuk memastikan konektivitas bagi daerah-daerah yang sangat sulit dijangkau.

W-Nghe An BTS.png
Provinsi Nghe An berfokus pada perluasan cakupan 4G dan 5G ke berbagai wilayah.

Bersamaan dengan itu, jaringan serat optik pita lebar terus meluas ke daerah pedesaan dan pegunungan. Masyarakat semakin memiliki akses ke internet berkecepatan tinggi, yang mempermudah pembelajaran, pencarian informasi, transaksi daring, dan penggunaan layanan digital.

Provinsi Nghe An juga menerapkan rencana pengembangan 5G dan IoT di kawasan industri, dengan investasi pada puluhan stasiun pemancar baru. Setelah selesai, semua kawasan industri di provinsi tersebut akan tercakup oleh 5G sesuai rencana.

Selain berfokus pada infrastruktur konektivitas, provinsi ini juga mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk membangun platform data digital. Tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun untuk mempercepat peninjauan dan standardisasi sistem data nasional, data khusus, dan platform bersama. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem data yang "akurat, lengkap, bersih, aktif, terpadu, dan dapat digunakan bersama," yang secara efektif melayani manajemen, administrasi, dan reformasi administratif.