Final Miss Intercontinental 2024 ke-52 berlangsung di Sharm El Sheikh, Mesir dengan partisipasi lebih dari 70 wanita cantik yang mewakili negara-negara di seluruh dunia .

buikhanhlinh.jpg
Perwakilan Vietnam - Bui Khanh Linh memenangkan hadiah runner-up ke-3 di Miss Intercontinental 2024. Foto: FBNV

Pada akhirnya, mahkota juara jatuh kepada perwakilan Puerto Riko, María D. Cepero. Juara kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam diraih oleh kontestan dari Venezuela (Georgette Musrie), Filipina (Alyssa Marie D. Rendondo), Vietnam (Bui Khanh Linh), Jerman (Celina Weil), Amerika Serikat (Kenyatta Michelle), dan Zimbabwe (Amanda Peresu Moyo).

Saudara 002.jpg
Perwakilan Puerto Riko - María D. Cepero dinobatkan sebagai Miss Intercontinental 2024.

Ratu kecantikan baru ini adalah seorang pengusaha dan pengacara. Ia memiliki dua gelar sarjana di bidang Administrasi Bisnis dan gelar MBA di bidang Akuntansi. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan hukum di Universitas Puerto Riko. María fasih berbahasa Spanyol, Inggris, Prancis, dan sedang belajar bahasa Portugis. Ia juga mendirikan yayasannya sendiri dengan tujuan untuk memberdayakan perempuan melalui bisnis.

Malam final diisi dengan kompetisi gaun malam, baju renang, dan tanya jawab. Miss Chatranalin Chotjirawachat - Miss Intercontinental 2023 memahkotai penerusnya.

Saudara 001.jpg
Miss Intercontinental 2023 - Chatranalin Chotjirawachat memahkotai penggantinya.

Malam final dimeriahkan dengan penampilan para kontestan dalam kostum hitam yang menarik, memancarkan tampilan mewah namun misterius.

Setelah penampilan, pembawa acara mengumumkan 2 penghargaan penting yang memberikan 2 tiket spesial kepada 7 finalis teratas. Penghargaan "Power of Beauty" diberikan kepada perwakilan Filipina. Sementara itu, wanita cantik asal Puerto Rico memenangkan People's Choice Awards .

22 Teratas yang diungkapkan meliputi perwakilan dari: Filipina, Puerto Riko, Kenya, Zambia, Zimbabwe, Jepang, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Moldova, Jerman, Wales, Republik Ceko, Rusia, Belgia, Kuba, AS, Kanada, Kolombia, Venezuela, dan Brasil.

Dalam kompetisi gaun malam, para kontestan mengenakan banyak desain yang menonjol, elegan, dan menarik.

Selanjutnya, para perwakilan memamerkan tubuh mereka yang seksi, kencang, dan percaya diri dalam balutan pakaian renang berdesain bikini hitam. Perwakilan Filipina memenangkan penghargaan Best in Swimsuit.

Tujuh kontestan paling menonjol adalah Filipina, Puerto Riko, Zimbabwe, Vietnam, Jerman, AS, dan Venezuela. Perwakilan Vietnam, Bui Khanh Linh, memenangkan gelar Miss Intercontinental Asia dan Oseania .

Dalam sesi wawancara, Bui Khanh Linh ditanya tentang kualitas yang harus dimiliki Miss Intercontinental. Perwakilan Vietnam tersebut mengatakan bahwa Miss Intercontinental haruslah sosok yang cantik. Selain itu, ada hati yang hangat dan semangat belajar. Hati yang hangat untuk bersimpati dan mencintai orang-orang di sekitarnya, serta semangat belajar untuk menciptakan hal-hal luar biasa bagi masyarakat.

Saudara 003.jpg
Perwakilan Vietnam menjawab pertanyaan dengan lancar dan lancar.

Enam kontestan lainnya juga memberikan jawaban mendalam seputar nilai dan standar hidup.

Perwakilan Filipina menyampaikan pandangannya tentang operasi kosmetik, dengan mengatakan bahwa jika dilakukan untuk diri sendiri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi jika dilakukan untuk memenuhi harapan orang lain, hal itu tidak disarankan. Ia menekankan bahwa kecantikan tidak hanya terletak pada penampilan, tetapi juga pada kualitas batin.

Perwakilan Puerto Rico menegaskan bahwa kualitas yang dibutuhkan untuk pasangan ideal adalah empati, kasih sayang, dan kemauan untuk membantu orang lain.

Perwakilan Zimbabwe tersebut menekankan bahwa era stereotip lama terhadap perempuan telah berakhir. Perempuan masa kini mendobrak batasan dan mengubah dunia secara positif.

Ketika ditanya tentang definisi “kecantikan batin”, perwakilan Jerman tersebut menjelaskan bahwa kecantikan ini adalah keselarasan dengan tujuan hidup dan yang terpenting, hidup jujur ​​pada diri sendiri.

Perwakilan Amerika tersebut mengatakan pelajaran terbesar yang ia petik dari kompetisi tersebut adalah bahwa tidak ada standar kecantikan tunggal. Yang penting adalah jujur ​​pada diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan tidak mengubah diri demi standar orang lain.

Terakhir, perwakilan Venezuela tersebut menegaskan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah menjadi diri sendiri. Menurutnya, kunci kesuksesan terletak pada cara berpikir dan kemampuan mengendalikan emosi.

Momen ketika si cantik Puerto Rico dinobatkan:

Foto, video : Miss Intercontinental

Runner-up Bui Khanh Linh tampil berapi-api dalam balutan bikini putih di Miss Intercontinental 2024. Pada 26 November, runner-up Bui Khanh Linh dan para kontestan memasuki babak kompetisi pakaian renang di Miss Intercontinental 2024.