Tikus batu Truong Son adalah hewan pengerat langka dari famili Diatomyidae, yang pernah dianggap punah sejak Miosen. Spesies ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 2016 di pegunungan kapur Phong Nha-Ke Bang. Spesies ini merupakan spesies endemik, yang hanya tersebar di pegunungan kapur di sepanjang pegunungan Truong Son, di wilayah Vietnam dan Laos.

Menurut Bapak Thai, ini adalah pertama kalinya tikus batu Truong Son difoto dengan jelas di alam liar saat mencari makan. Gambar-gambar tersebut direkam dari program kamera jebak modern yang diterapkan oleh Taman Nasional bekerja sama dengan organisasi konservasi internasional, yang telah diterapkan sejak akhir tahun 2024. Hingga saat ini, total 424 foto tikus batu telah dikumpulkan di 10 stasiun kamera jebak di kawasan yang dilindungi secara ketat ini.
Khususnya, gambar-gambar baru telah memperluas daerah distribusi spesies, dengan catatan baru di stasiun PN-KB 77, PN-KB 80, PN-KB 97 dan deteksi berkelanjutan di stasiun PN-KB 115, PN-KB 121.

Bapak Pham Hong Thai menekankan: "Pencatatan tikus batu Truong Son di alam liar bukan hanya penemuan yang mengejutkan dalam dunia biologi, tetapi juga menekankan pentingnya kawasan yang dilindungi secara ketat, dan sekaligus memunculkan tanggung jawab baru bagi upaya konservasi dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya perambahan habitat. Ini merupakan kemenangan langka bagi konservasi ketika suatu spesies "dikembalikan" ke kehidupan setelah 11 juta tahun dianggap punah."
Sebelumnya, pada tahun 2020, spesies tikus batu Truong Son hanya terkonfirmasi melalui spesimen, dan belum pernah ada foto yang diambil dari makhluk yang hidup di alam liar ini. Oleh karena itu, keberhasilan program kamera jebak ini dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Vietnam.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/quang-tri-ghi-nhan-hinh-anh-song-loai-chuot-tung-duoc-cho-la-tuyet-chung-11-trieu-nam-truoc-post806433.html
Komentar (0)