![]() |
Momen saat Mbappe dilanggar. Foto: Reuters . |
Insiden kontroversial itu terjadi pada menit ke-80, ketika Kylian Mbappe menerobos masuk ke kotak penalti dan melewati bek Victor Reis. Dalam upaya untuk menghentikannya, Reis diduga melakukan kontak dengan wajah striker Prancis itu, menyebabkannya jatuh ke tanah. Namun, wasit Javier Alberola Rojas tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Selain itu, tim VAR, yang dipimpin oleh wasit Trujillo Suarez, tidak melakukan intervensi untuk mengubah keputusan tersebut. Ini berarti Real Madrid kehilangan kesempatan emas untuk mengamankan tiga poin penuh di tahap krusial turnamen ini.
Segera setelah pertandingan berakhir, Real Madrid TV (RMTV), saluran televisi resmi klub, mengkritik keras kinerja wasit. Dalam analisis pasca-pertandingan mereka, saluran tersebut menyatakan bahwa tim tuan rumah "bermain buruk tetapi juga menanggung konsekuensi dari keputusan yang memalukan."
RMTV menegaskan, berdasarkan beberapa sudut kamera, bahwa benturan dengan Mbappe adalah "penalti yang jelas" karena bek Girona itu tidak hanya melakukan kontak dengan wajahnya tetapi juga menjatuhkannya dengan kakinya. Yang perlu diperhatikan, saluran tersebut juga mengulangi frasa kontroversial "Liga Negreira," yang mengisyaratkan kecurigaan akan kurangnya transparansi dalam perwasitan di Spanyol.
Di media sosial, forum penggemar Real Madrid dengan suara bulat menyebut ini sebagai skandal dan mengkritik keras wasit Rojas.
Hasil imbang yang mengecewakan ini praktis mengakhiri harapan Real Madrid untuk menyalip Barcelona di La Liga. "Los Blancos" berisiko tertinggal sembilan poin dari rival mereka jika Barcelona mengalahkan Espanyol pada malam tanggal 11 April.
Sumber: https://znews.vn/real-madrid-phan-no-post1642675.html







Komentar (0)