RedMagic 11 Pro dituduh melakukan kecurangan dalam pengujian benchmark.
Ditemukan bahwa RedMagic 11 Pro secara otomatis mengaktifkan mode performa tinggi selama pengujian benchmark, menyebabkan skor meningkat hingga 24% dan mengakibatkan penghapusannya dari peringkat 3DMark.
Báo Khoa học và Đời sống•17/04/2026
RedMagic 11 Pro baru-baru ini menghadapi kontroversi besar setelah dikeluarkan dari peringkat performa 3DMark oleh UL Solutions karena melanggar peraturan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian internal, perangkat ini mampu secara otomatis mengenali aplikasi benchmark dan mengaktifkan mode "Diablo" berkinerja tinggi untuk mengoptimalkan skor.
Untuk klarifikasi, UL Solutions melakukan pengujian dengan dua versi 3DMark, salah satunya diubah namanya untuk menghindari identifikasi sebagai perangkat lunak pengujian kinerja. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan mesin mencetak skor hingga 24% lebih tinggi pada versi resmi dibandingkan dengan versi "anonim", yang mengindikasikan perilaku optimasi yang disengaja.
UL Solutions menekankan bahwa mode performa tinggi tidak dilarang, tetapi harus diaktifkan secara aktif oleh pengguna dan tidak berjalan secara otomatis saat mendeteksi pengujian. Tanggapan Nubia menyatakan bahwa ini hanyalah sebuah opsi untuk memberi pengguna kendali yang lebih baik atas perangkat mereka, tetapi tidak menjelaskan peralihan mode otomatis tanpa intervensi pengguna. Selain masalah perolehan skor, mode "Diablo" juga dilaporkan menyebabkan panas berlebih dan mati mendadak selama penggunaan yang berkepanjangan, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas dan keamanan perangkat keras.
Ini bukan kali pertama industri ponsel pintar menghadapi skandal serupa, dengan banyak perusahaan seperti Huawei dan OPPO sebelumnya ditemukan telah mengoptimalkan kinerja untuk uji benchmark. Pembaca diundang untuk menonton video : Apple memulai pekan produk 2026-nya dengan iPhone 17e dan iPad Air yang terjangkau dengan chip M4.
Komentar (0)