
Mulai 1 Juni, jenis bensin apa yang akan digunakan masyarakat?
Menurut peta jalan baru, mulai 1 Juni, bensin tanpa timbal yang beredar di pasaran harus dicampur dengan bensin E10 untuk digunakan pada mesin bensin di seluruh negeri. Sementara itu, bensin E5 RON92 akan terus digunakan hingga akhir tahun 2030.
Untuk mempersiapkan transisi tersebut, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan baru saja meminta perusahaan-perusahaan utama, distributor, dan sistem ritel untuk segera menyelesaikan pencampuran dan penggabungan barang serta mempersiapkan fasilitas yang diperlukan untuk menghindari kekurangan atau gangguan pasokan lokal pada hari-hari awal implementasi.
Penerbitan arahan yang begitu dekat dengan tanggal implementasi menunjukkan bahwa badan pengatur memberikan perhatian khusus pada kemampuan pasar untuk merespons selama periode transisi.
Apakah ada hal yang perlu dikhawatirkan terkait mobil yang sedang digunakan?
Inilah pertanyaan yang paling menarik perhatian banyak orang ketika E10 diimplementasikan secara luas.
Pada dasarnya, E10 adalah campuran 10% bioetanol dan 90% bensin mineral. Di banyak negara, jenis bahan bakar ini telah banyak digunakan selama bertahun-tahun.
Para ahli percaya bahwa sebagian besar sepeda motor dan mobil yang diproduksi dalam dua dekade terakhir dapat menggunakan bahan bakar E10. Namun, untuk model yang lebih tua, terutama yang diproduksi sebelum tahun 2000 atau dengan sistem bahan bakar yang sudah rusak, pemilik harus memeriksa rekomendasi pabrikan dan memantau kinerja kendaraan selama periode penggunaan awal.
Oleh karena itu, seiring dengan memastikan pasokan, badan pengatur juga mengharuskan pelaku usaha untuk memantau secara cermat tren konsumsi di pasar guna segera mengatasi setiap masalah yang muncul.
Mengapa Vietnam mempromosikan bensin E10?
Pergeseran jenis bahan bakar ini didorong oleh tujuan jangka panjang terkait lingkungan dan keamanan energi.
Bensin E10 merupakan bagian dari peta jalan penerapan bahan bakar nabati sesuai dengan Surat Edaran 50/2025 dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Peningkatan kandungan etanol membantu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, menurunkan emisi dari kegiatan transportasi, dan memperluas pasar bahan bakar nabati domestik.
Setelah bertahun-tahun mempertahankan bahan bakar E5, transisi ke E10 dipandang sebagai langkah selanjutnya dalam strategi energi hijau Vietnam. Namun, keberhasilan kebijakan ini akan bergantung pada kemampuan untuk memastikan pasokan yang stabil, kualitas bahan bakar yang konsisten, dan penerimaan konsumen di masa mendatang.
Sumber: https://baovanhoa.vn/doi-song/sat-gio-g-ban-xang-e10-bo-cong-thuong-phat-chi-dao-moi-232775.html








Komentar (0)