Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, dan Jadon Sancho sebagian bertanggung jawab atas atmosfer beracun di Manchester United. |
Berbicara selama tur pramusim di AS, Shaw mengatakan kepada The Times bahwa situasi di Old Trafford telah memburuk selama beberapa tahun terakhir, dan sudah saatnya untuk perubahan radikal di klub tersebut. Bek berusia 30 tahun itu menekankan: “Tidak sulit untuk melihat betapa buruknya keadaan di klub. Selama beberapa tahun terakhir, lingkungan di Manchester United sangat negatif. Semuanya menjadi beracun, tidak sehat.”
Situasi terkini
Shaw juga menekankan bahwa pemain seperti dirinya membutuhkan lingkungan yang positif, energik, dan menyenangkan agar dapat bermain bebas dan mengekspresikan diri dengan lebih baik. Namun, kenyataan di Manchester United dalam beberapa tahun terakhir justru sebaliknya, dengan suasana suram yang sering menyelimuti ruang ganti.
Meskipun ia tidak secara langsung menyebutkan pelaku di balik suasana "beracun" di klub, Shaw mengakui bahwa ruang ganti saat ini sangat bersatu dan semua orang harus mengutamakan tim. "Semua orang perlu memahami bahwa kita harus melewati ini bersama-sama. Tidak ada lagi yang ceroboh di antara para pemain. Manajer telah memperjelas bahwa semua orang harus mengutamakan tim," tambahnya.
The Guardian meyakini bahwa di Old Trafford selama bertahun-tahun, pemain seperti Marcus Rashford (yang baru-baru ini pindah ke Barcelona), Alejandro Garnacho, dan Jadon Sancho sebagian bertanggung jawab atas atmosfer buruk di Manchester United. Hal ini mendorong manajer Amorim untuk mengambil langkah tegas dalam merombak skuad, termasuk menyingkirkan ketiga pemain yang disebutkan di atas.
Rashford pernah menjadi ikon Manchester United baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perilakunya telah menjadi subjek banyak kontroversi.
![]() |
Sejauh ini, dia hanya berhasil menyingkirkan Rashford. |
Tahun lalu, Rashford dicoret dari skuad karena mengadakan pesta ulang tahun setelah kekalahan 0-3 melawan Manchester City, sebuah tindakan yang dianggap tidak profesional oleh manajer Ruben Amorim. Rashford juga telah beberapa kali dikritik karena performanya yang menurun dan sikapnya yang tidak pantas.
Shaw, dalam sebuah wawancara dengan The Times , tidak secara langsung menyebut Rashford, tetapi menyiratkan bahwa perilaku seperti itu berkontribusi pada melemahnya semangat tim. Alejandro Garnacho pernah diharapkan untuk mewarisi peran Cristiano Ronaldo, tetapi menghadapi pertanyaan tentang sikap dan performanya di paruh kedua musim 2024/25.
Bahkan setelah kekalahan dari Tottenham di final Liga Europa, Garnacho secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap manajer Amorim dan kemudian dicoret dari susunan pemain inti. Shaw menekankan bahwa "jika Anda tidak melakukannya dengan benar, Anda tidak akan bermain," yang menyiratkan bahwa Garnacho dan pemain lain belum membawa energi positif yang dibutuhkan tim.
Upaya Amorim
Sikap Garnacho, yang dianggap kurang berkomitmen dan tidak sesuai dengan budaya baru yang sedang dibangun Amorim, membuat talenta muda itu menjadi bagian dari masalah, bukan solusi.
Jadon Sancho, yang direkrut Manchester United dengan harga 73 juta poundsterling dari Borussia Dortmund pada tahun 2021, adalah contoh lain bagaimana sikap pribadi dapat merugikan sebuah tim.
![]() |
Sancho terjebak di Manchester United. |
Konflik antara Sancho dan manajer Erik ten Hag pada musim panas 2024, ketika ia dicoret dari skuad karena performa buruk, bahkan menyebabkan pemain muda berbakat itu secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya di media sosial. Sejak saat itu, Sancho tidak memiliki masa depan di Manchester United.
Suasana buruk di Manchester United selama bertahun-tahun tidak hanya disebabkan oleh performa yang kurang baik, tetapi juga oleh cara para pemain berinteraksi satu sama lain dan dengan staf pelatih. Rashford, Garnacho, dan Sancho, dalam berbagai tingkatan, telah menciptakan masalah terkait sikap, disiplin, dan komitmen, yang merusak semangat tim.
Sejak menjabat pada November 2024, manajer Amorim telah mencoret beberapa pemain veteran, termasuk tiga pemain yang disebutkan di atas, sebagai bagian dari upaya restrukturisasi. Shaw mendukung keputusan ini, dengan alasan bahwa "semua orang perlu mengutamakan tim," tetapi juga mengakui bahwa kerusakan akibat budaya sebelumnya sangat signifikan.
Tentu saja, atmosfer buruk di Manchester United bukanlah hasil dari beberapa individu saja, tetapi Rashford, Garnacho, dan Sancho telah berkontribusi secara signifikan dalam memperburuk masalah tersebut. Mulai dari perilaku tidak profesional dan sikap negatif hingga konflik dengan staf pelatih, ketiga pemain ini telah menjadi simbol dari apa yang perlu diubah di Old Trafford. Di bawah kepemimpinan Amorim, Man United berupaya membangun kembali budaya tim.
Sumber: https://znews.vn/shaw-da-dung-ve-moi-truong-doc-hai-o-mu-post1572973.html








Komentar (0)