Dengan demikian, Undang-Undang tentang Dinas Militer tahun 2015 menetapkan bahwa warga negara yang dikenakan penangguhan sementara dinas militer meliputi mereka yang tidak cukup sehat untuk bertugas di militer menurut kesimpulan Dewan Pemeriksaan Kesehatan, para pemuda yang merupakan satu-satunya pekerja yang harus secara langsung menafkahi saudara mereka yang tidak lagi mampu bekerja atau belum mencapai usia kerja, atau yang keluarganya menderita kerugian serius pada jiwa dan harta benda akibat kecelakaan, bencana alam, atau epidemi berbahaya yang dikonfirmasi oleh Komite Rakyat di tingkat komune...
Usia yang diperbolehkan mengikuti wajib militer adalah 18-25 tahun, sedangkan untuk pelajar yang ditunda, usianya hingga 27 tahun.
Selain itu, siswa yang belajar di lembaga pendidikan umum, menerima pelatihan universitas penuh waktu di lembaga pendidikan universitas, atau pelatihan perguruan tinggi penuh waktu di lembaga pendidikan kejuruan selama kursus pelatihan tingkat pelatihan juga tunduk pada penangguhan sementara dinas militer.
Pasal 30 undang-undang ini menetapkan bahwa warga negara yang berusia 18 tahun ke atas dapat dipanggil untuk wajib militer. Usia wajib militer berkisar antara 18 hingga 25 tahun. Bagi warga negara yang telah meraih gelar sarjana atau universitas dan telah ditangguhkan sementara dari wajib militer, usia wajib militer adalah hingga 27 tahun.
Usulan 100% pemuda wajib militer
Master Dang Kien Cuong, Kepala Departemen Kemahasiswaan Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan Undang-Undang Dinas Militer, hanya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas atau perguruan tinggi dalam program pelatihan yang dapat menunda wajib militer mereka. "Sedangkan bagi lulusan universitas, mereka yang melanjutkan studi magister, doktor, atau bekerja, jika berusia di bawah 27 tahun dan terdaftar dalam daftar wajib militer setempat serta memenuhi standar, mereka tetap akan menjalani wajib militer," ujar Master Cuong.
Mengenai apakah mahasiswa program gabungan internasional di universitas dapat menunda dinas militer mereka, Master Cao Quang Tu, Direktur Penerimaan Mahasiswa di Universitas Internasional Saigon, mengatakan: "Para mahasiswa ini masih dalam program universitas reguler, jadi menurut peraturan, mereka masih dapat menunda dinas militer mereka.
Menurut Master Cao Quang Tu, setiap tahun para siswa masih meminta konfirmasi dari sekolah untuk mengajukan penundaan wajib militer kepada komando militer setempat. "Pada saat yang sama, komando militer setempat di mana sekolah berada juga datang ke sekolah setiap tahun untuk mengonfirmasi apakah siswa yang menunda wajib militernya masih menempuh pendidikan. Jika tidak, pihak sekolah akan memasukkan mereka ke dalam daftar siswa yang dipanggil untuk wajib militer. Saya juga mengingatkan para siswa untuk memperbarui konfirmasi mereka ke pihak sekolah setahun sekali agar studi mereka tidak terganggu," ungkap Master Tu.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)