Bahasa asing membuka pintu menuju banyak profesi.

Pada "Pameran Kerja 2026" yang diadakan di Universitas Bahasa Asing, Universitas Nasional Vietnam, Hanoi , Profesor Madya Dr. Ha Le Kim Anh, Wakil Rektor universitas tersebut, menyatakan bahwa banyak orang masih percaya bahwa lulusan bahasa asing terutama bekerja sebagai guru atau penerjemah/juru bahasa. Namun, pada kenyataannya, peluang karir bagi lulusan bahasa asing jauh lebih luas.

Menurut survei sekolah, selain pekerjaan tradisional seperti mengajar, penerjemahan/interpretasi, atau peran asisten di bisnis yang melibatkan pihak asing, lulusan juga bekerja di banyak bidang lain seperti pariwisata , pemasaran, jurnalisme, media, perbankan, keuangan, atau hubungan internasional.

"Saat ini, perusahaan membutuhkan personel yang memiliki kemampuan berbahasa asing. Oleh karena itu, mahasiswa dapat berpartisipasi di berbagai bidang jika mereka dibekali dengan pengetahuan profesional yang sesuai," kata Ibu Kim Anh.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menurutnya, program pelatihan sekolah kini dirancang agar bersifat terbuka. Setelah tiga semester pertama, siswa akan diperkenalkan dengan berbagai jalur karier. Mulai tahun ketiga dan seterusnya, mereka dapat memilih cabang pelatihan yang sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, sekolah ini juga berfokus pada penggabungan konten tertentu ke dalam program pelatihan atau kegiatan pengembangan keterampilan bagi siswa, seperti penerapan teknologi informasi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan. Pada saat yang sama, siswa juga dikembangkan dalam keterampilan profesional yang terkait dengan bidang-bidang tertentu seperti keuangan dan perbankan, pariwisata, atau diplomasi .

Gambar (.png)
Mahasiswa Fakultas Bahasa Asing, Universitas Nasional Vietnam, Hanoi. Foto: Thuy Nga