Departemen Pendidikan dan Pelatihan Kota Hai Phong mengharuskan sekolah-sekolah di seluruh kota untuk memperkuat manajemen, memastikan keselamatan siswa, dan mencegah penyusup.
Segera setelah insiden penculikan seorang gadis berusia 4 tahun di Taman Kanak-kanak Thien Huong (Kota Thuy Nguyen, Hai Phong ) oleh orang asing yang menyebabkan kepanikan, Departemen Pendidikan dan Pelatihan Hai Phong mengeluarkan dokumen mendesak yang mengarahkan semua jenjang pendidikan, terutama prasekolah dan sekolah dasar.
Kasus seorang anak berusia 4 tahun yang dibawa keluar dari taman kanak-kanak oleh orang asing selama hampir satu hari telah menyebabkan kegemparan dalam opini publik beberapa hari ini.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota Hai Phong meminta sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memperketat pengawasan dan memantau pengunjung unit untuk bekerja, mematuhi secara ketat jadwal pimpinan unit dan petugas keamanan, serta memastikan tidak ada orang asing yang masuk ke dalam unit.
Sekolah perlu meningkatkan penggunaan sistem kamera keamanan, aplikasi manajemen siswa atau peralatan pengawasan berteknologi tinggi untuk meningkatkan efisiensi manajemen.
Departemen mengharuskan unit untuk meninjau dan memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga siswa; memastikan bahwa saluran informasi antara sekolah dan orang tua selalu terbuka.
Dong Thi Ha Thu ditangkap hampir sehari setelah membawa seorang anak berusia 4 tahun keluar dari TK Thien Huong. (Foto: Kepolisian Kota Hai Phong)
Selain itu, sekolah perlu mempublikasikan hotline untuk menerima dan segera menangani informasi terkait keamanan, keselamatan, dan kekerasan di sekolah. Promosikan dan berikan informasi tentang Hotline Perlindungan Anak Nasional 111 (tersedia 24/7 dan panggilan gratis).
Sekolah perlu berkoordinasi dengan Ikatan Orang Tua untuk menyebarluaskan informasi ini agar orang tua menyadari tanggung jawab mereka dalam mengasuh, mendidik, dan melindungi anak-anak mereka. Selenggarakan kegiatan tematik untuk menyebarluaskan informasi kepada orang tua agar waspada terhadap tipu daya canggih seperti: menyamar sebagai aparat penegak hukum, kerabat, dewan sekolah, guru yang menelepon untuk melaporkan informasi palsu, dan penipuan.
Sekitar pukul 16.00 tanggal 13 Januari, seorang perempuan berusia antara 20 dan 25 tahun memasuki TK Thien Huong dan meminta izin kepada guru untuk menjemput anaknya, NTM (4 tahun). Karena ibu M sering menyewa jasa penjemput sepulang sekolah, guru tersebut merasa puas dan mengizinkan orang asing itu pergi.
Di penghujung hari sekolah, ibu anak tersebut mengirim pesan kepada guru untuk menanyakan apakah ada yang menjemputnya. Guru tersebut mengatakan seorang gadis berkacamata datang untuk menjemputnya. Sang ibu segera menghubungi keluarganya untuk menanyakan apakah ada yang menjemput anaknya, tetapi keluarganya memastikan tidak ada yang menjemputnya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi.
Pada sore hari tanggal 14 Januari, bayi TM ditemukan di Jalan Luong Khanh Thien (Distrik Ngo Quyen, Hai Phong). Saat ditemukan, kondisi kesehatan bayi tersebut stabil.
Polisi mengidentifikasi perempuan yang membawa anak tersebut sebagai Dong Thi Ha Thu (lahir tahun 2007, warga Kelurahan Hoang Lam, Kota Thuy Nguyen). Ia menunjukkan tanda-tanda depresi. Polisi menahan Thu untuk dimintai keterangan dan memverifikasi motif insiden tersebut. Guru yang mengajar anak M di kelasnya juga diskors sementara dari pekerjaannya.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/be-gai-4-tuoi-bi-nguoi-la-va-truong-dan-di-so-gd-dt-hai-phong-chi-dao-khan-ar920418.html
Komentar (0)