Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

'Benang perdamaian' di tangan masyarakat Tay

Hanya satu atau beberapa helai benang yang dijalin bersama, berwarna hitam, biru, atau merah, tetapi benang-benang itu membawa begitu banyak harapan akan kesehatan, kedamaian, dan keberuntungan bagi orang yang terikat padanya, bagi keluarganya, dan bagi desanya. Oleh karena itu, dalam kesadaran masyarakat Tay, benang itu dengan penuh kasih disebut "benang perdamaian."

Báo Thái NguyênBáo Thái Nguyên04/03/2026

Masyarakat Tay sangat ramah, jadi ketika tamu dari jauh datang ke rumah mereka, selain disambut dengan hangat, mereka juga diberi upacara pengikatan benang di pergelangan tangan mereka.
Masyarakat Tay sangat ramah, jadi ketika tamu dari jauh datang ke rumah mereka, selain disambut dengan hangat, mereka juga diberi upacara pengikatan benang di pergelangan tangan mereka.

Di Thai Nguyen , masyarakat Tay sebagian besar tinggal di komune-komune bagian utara provinsi… di mana desa-desa terletak di lereng gunung, lembah, dan di sepanjang aliran sungai. Dalam lingkungan hidup yang sangat dekat dengan alam ini, kebiasaan mengikat benang di pergelangan tangan masih dijunjung tinggi dan dipraktikkan oleh masyarakat Tay sebagai ritual yang akrab untuk mencari kedamaian dan keselamatan.

Kebiasaan mengikat benang di pergelangan tangan sering dilakukan pada momen-momen penting dalam kehidupan seseorang dan komunitas, seperti ritual memanggil roh (berdoa untuk perdamaian) bagi wanita hamil, perayaan bulan pertama anak, festival penanaman padi Tahun Baru, ritual menangkal nasib buruk, atau pada kesempatan ketika keluarga atau desa menghadapi kemalangan.

Selama upacara, suasana menjadi khidmat namun hangat; doa-doa dukun berpadu dengan tatapan penuh kepercayaan dari anggota keluarga, menciptakan benang tak terlihat yang menghubungkan manusia dengan roh, dan individu dengan komunitas. Gelang benang kemudian berhenti menjadi sekadar hiasan dan menjadi simbol budaya, menandai kepedulian, perlindungan, dan berbagi dari seluruh komunitas terhadap setiap individu.

Menurut kepercayaan tradisional masyarakat Tay, seseorang dilahirkan dengan dua bagian: tubuh fisik dan jiwa, dengan jiwa memainkan peran yang lebih penting. Laki-laki memiliki tujuh jiwa, perempuan memiliki sembilan; setiap jiwa membawa sebagian dari kekuatan hidup, semangat, dan vitalitas.

Karena manusia memiliki banyak jiwa (atau roh), mereka dapat dengan mudah kehilangan jiwa mereka ketika pergi ke tempat yang tidak dikenal, hutan yang sepi, atau di tengah malam. Ketika satu atau lebih jiwa meninggalkan tubuh, orang menjadi lelah, semangat mereka menurun, dan mereka bahkan mungkin mengalami penyakit yang berkepanjangan. Dari kepercayaan inilah muncul kebiasaan mengikat benang di pergelangan tangan sebagai cara untuk memanggil, mempertahankan, dan mengikat jiwa, membantu orang tetap waspada, sehat, dan terlindungi dari kemalangan.

Benang merah yang dikenakan oleh masyarakat etnis Tay adalah
Benang merah yang dikenakan oleh masyarakat etnis Tay adalah "benang perdamaian".

Benang yang diikatkan di pergelangan tangan juga memiliki makna identifikasi dan perlindungan. Mereka yang telah mengikatkan benang tersebut diyakini mendapatkan perlindungan dari keluarga, komunitas, atau dukun mereka, sehingga mencegah roh jahat mengganggu mereka. Yang penting, ritual ini bukan hanya untuk individu tetapi juga mencerminkan hubungan erat antarmanusia.

Ketika seutas benang diikatkan di pergelangan tangan seseorang, itu menandakan ikatan kasih sayang keluarga yang lebih kuat dan ekspresi semangat komunitas yang lebih jelas. Meskipun tipis, benang tersebut melambangkan persatuan, cinta, dan tanggung jawab komunitas, mengingatkan setiap orang untuk hidup harmonis dan saling mendukung.

Kebiasaan sederhana dan bersahaja mengikat benang di pergelangan tangan masyarakat Tay mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam. Ritual sederhana ini mencerminkan aspirasi turun-temurun masyarakat untuk kehidupan yang damai dan bahagia, sekaligus mengekspresikan optimisme dan keyakinan akan hal-hal baik.

Dalam konteks masyarakat modern, di mana kehidupan semakin cepat, kebiasaan mengikat benang di pergelangan tangan tetap mempertahankan nilainya sebagai pengingat lembut akan akar budaya, akan hubungan antara orang-orang dan keluarga, komunitas, serta kampung halaman mereka. Oleh karena itu, benang kecil itu tidak hanya diikat di pergelangan tangan, tetapi juga mengikat nilai-nilai budaya tradisional dalam jiwa setiap orang, menjadi simbol budaya yang mencerminkan kepercayaan, gaya hidup, dan aspirasi untuk kehidupan yang damai dan sejahtera.

Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202603/soi-binh-an-tren-tay-nguoi-tay-ad628e4/


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Mata

Mata

festival balon udara panas

festival balon udara panas

Ciuman Manis

Ciuman Manis