
Ta Quoc Ky Nam (kedua dari kanan) bersama orang tuanya dan tetangganya, Ibu Tu, seperti yang digambarkan dalam bukunya "Berpegangan pada Rok Ibu" - Foto: HOANG LE
Saat peluncuran buku "Clinging to Mom's Skirt" di Ho Chi Minh City Book Street pada 16 Mei, Ky Nam berulang kali menyebutkan rasa syukur, terutama setelah masa-masa "krisis" yang dialaminya akibat insiden di media sosial.
Sampul buku minimalis ini penuh dengan emosi.
Di antara berbagai desain sampul buku yang telah ia buat, sampul untuk "Berpegangan pada Rok Ibu" dianggap sebagai salah satu karya Ta Quoc Ky Nam yang paling sederhana. Gambar pada sampul tersebut hanyalah tulisan tangan ibunya di bagian belakang kalender, yang kemudian difoto untuk membuat sampul buku yang lengkap.
Selama diskusi, beberapa orang berkomentar bahwa sampul buku itu terlalu sederhana, bahkan monoton. Namun, yang lain berpendapat bahwa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya adalah hal yang paling tulus dan sederhana, dan bahwa kesempurnaan terkadang terletak pada kesederhanaan itu sendiri.
Menjelaskan pilihan ini, Ta Quoc Ky Nam berbagi: "Selama proses pembuatan sampul buku, saya bersaing dengan banyak pengiklan. Saya menghasilkan ide-ide yang mengesankan dan menarik perhatian untuk membujuk pembeli, tetapi bagi saya, begitu Anda memiliki kata-kata di dalam diri Anda, tujuannya adalah untuk mengungkapkannya, dan kata-kata itu berasal dari hal-hal sederhana. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak dapat diungkapkan di atas kertas, tetapi melalui kepedulian satu sama lain dan melalui tindakan. Pada akhirnya, ini tentang cinta."
Ia juga menceritakan hal-hal kecil dalam hidup yang membuatnya terharu hingga menangis. Misalnya, katanya: "Saya bertemu Ibu Tư – tetangga saya. Ia sedang membawa belanjaan pulang dari pasar, dan saya membantunya. Hanya itu saja, tetapi ia memuji saya karena pintar dan berperilaku baik. Tapi saya rasa saya sama sekali tidak pintar atau berperilaku baik. Saya seharian berada di jalanan. Saya hanya membantunya sedikit di rumah, dan ia memuji saya serta memberi saya hadiah."
Aku menyadari bahwa orang-orang seperti Tư Thương mencintaiku tanpa alasan khusus; aku bukan orang penting, mereka mencintaiku hanya karena aku adalah diriku sendiri. Aku menyadari bahwa aku mengejar sesuatu yang sulit diraih tanpa menyadari bahwa orang-orang di sekitarku adalah harta yang sebenarnya."

Penulis Ta Quoc Ky Nam menandatangani namanya di acara peluncuran buku - Foto: HOANG LE
Menurut Ky Nam, hal yang paling mudah hilang adalah ketenaran dan pujian dari masyarakat. Pujian bisa membuat ketagihan tetapi juga cepat menghilang. Yang lebih abadi adalah nilai-nilai tulus yang diciptakan seseorang, seperti sampul buku atau cinta dan dukungan dari keluarga dan orang-orang terkasih.
Ia percaya bahwa pasang surut dalam karier dan media selama hampir 20 tahun terakhir telah membantunya menyadari apa yang nyata dan apa yang ilusi. Selama masa-masa sulit, ia menulis "Clinging to Mother's Skirts ," dan buku itu menjadi "penyelamatnya," ruang pribadi baginya untuk berpegang teguh pada mimpinya dan mengatasi periode paling menantang.
"Tanpa kemunduran, tidak akan ada kebangkitan kembali. Beberapa hal dimulai dengan buruk tetapi berujung pada hasil yang indah, dan sebaliknya. Itulah alur kehidupan," katanya.
Perjalanan konfrontasi diri dalam " Berpegang Teguh pada Rok Ibu"
Ta Quoc Ky Nam, lahir tahun 1990, saat ini tinggal dan bekerja di Kota Ho Chi Minh. Ia dikenal sebagai perancang banyak sampul buku yang luar biasa. "Clinging to My Mother's Skirt " menandai penampilan pertamanya sebagai penulis.
Buku ini dibuka pada titik kritis dalam kehidupan Ky Nam, ketika kehidupan seorang desainer muda yang tampak seperti mimpi tiba-tiba terjerumus ke dalam krisis: kesehatannya memburuk karena sakit, pekerjaannya dilanda kemunduran, kecemasan berkepanjangan, dan sebuah rahasia yang telah ia sembunyikan dari keluarganya selama bertahun-tahun menciptakan tekanan yang tak tertahankan.
Pesona masa muda yang pernah melindungi diri yang rentan kini tak lagi cukup kuat untuk menahan gempuran tersebut.
Dari titik kerentanan itulah, "Clinging to Mother's Skirts " membawa pembaca pada perjalanan refleksi diri. Penulis tidak muncul pada "waktu yang sempurna," tetapi pada saat karier, kesehatan, dan semangatnya berada di titik terendah. Pilihan untuk memulai dari keadaan yang paling rapuh inilah yang memberikan bobot emosional pada karya tersebut.
Perjalanan Kỳ Nam dalam "Clinging to Mom's Skirt" juga mencerminkan, sampai batas tertentu, kehidupan banyak penduduk kota muda saat ini: terus berpindah tempat, kelelahan karena pekerjaan, mencoba berbagai cara untuk "menjadi lebih baik," dan akhirnya menyadari masih ada tempat berharga yang mereka abaikan – pulang ke rumah.

Buku pertama karya Ta Quoc Ky Nam - pria di balik ratusan sampul buku terkenal - Foto: HOANG LE

Peluncuran buku "Clinging to Mother's Skirt" karya penulis Ta Quoc Ky Nam - Foto: HOANG LE
Sumber: https://tuoitre.vn/ta-quoc-ky-nam-bam-vay-me-de-doi-dien-chinh-minh-202605161337109.htm









Komentar (0)