
Menurut *Kisah-Kisah Timur , Kisah-Kisah Barat* karya An Chi, "mồng tơi" dalam idiom tersebut merujuk pada bayam yang biasa digunakan dalam sup. Tanaman ini dicirikan oleh kandungan lendirnya yang tinggi, yang umumnya dikenal sebagai "nhớt," "dớt," atau "rớt."
Ia berpendapat bahwa idiom tersebut terbentuk dari gabungan dua frasa terpisah: "nghèo rớt" (sangat miskin) dan "rớt mồng tơi" (menjatuhkan daun bayam). "Nghèo rớt" berarti sangat miskin sehingga tidak memiliki apa pun lagi, mirip dengan ungkapan seperti "sặt trơn" (benar-benar bersih), "hết tròn" (benar-benar hilang), atau "hết tối" (benar-benar kosong). "Rớt mồng tơi" hanya merujuk pada zat berlendir yang ditemukan di daun bayam.
Menurut An Chi, menggabungkan kedua frasa ini menciptakan cara berbicara yang lucu, mirip dengan banyak idiom rakyat seperti "benar-benar bodoh," "mabuk seperti joran pancing," atau "benar-benar menakjubkan." Dalam kasus ini, unsur yang menyertainya (gagang cangkul, joran pancing, bayam, dll.) tidak berhubungan langsung dengan makna utama (bodoh, mabuk, miskin) tetapi hanya digunakan untuk lebih menggambarkan kata yang mendahuluinya untuk menciptakan humor.
An Chi juga mengutip beberapa sudut pandang yang sebelumnya dikemukakan untuk menjelaskan asal usul idiom tersebut. Salah satu hipotesis menyatakan bahwa tekstur bayam yang berlendir melambangkan uang yang jatuh ke tangan orang miskin lalu hilang begitu saja, tidak dapat dipertahankan dalam waktu lama. Namun, interpretasi ini "terlihat dipaksakan dan sulit diterima."
Penjelasan lain, yang tercatat dalam buku "Kisah Peribahasa dan Idiom," menunjukkan bahwa "tơi" merujuk pada jas hujan yang dikenakan oleh petani, sedangkan "mùng tơi" adalah bagian bahu jas yang terbuat dari daun yang paling tahan lama. Menurut teori ini, orang-orang yang terlalu miskin harus mengenakan jas hujan tua yang bagian badannya hampir sepenuhnya hancur, hanya menyisakan lapisan luarnya saja.
Namun, An Chi menganggap penjelasan ini "tidak meyakinkan." Menurut cendekiawan tersebut, upaya untuk menemukan hubungan langsung antara kemiskinan dan bayam atau jas hujan jerami berasal dari fakta bahwa nuansa humor asli dari idiom tersebut telah memudar seiring waktu. Inilah juga mengapa banyak penjelasan berbeda muncul mengenai asal usul pepatah yang familiar ini.
Sumber: https://znews.vn/tai-sao-noi-ngheo-rot-mong-toi-post1656577.html








Komentar (0)