Berlangsung hingga 7 Juni, acara utama proyek "Dongeng Keajaiban" resmi dimulai, membuka pengalaman seni dan cahaya yang terinspirasi oleh dongeng-dongeng rakyat Vietnam yang familiar. Diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dari Akademi Jurnalistik dan Komunikasi, proyek ini mengajak penonton untuk menemukan empat kisah ikonik: "Naga dan Peri," "Legenda Semangka," "Santo Giong," dan "Son Tinh dan Thuy Tinh," melalui kombinasi unsur tradisional dan teknologi proyeksi modern.

Ruang pengalaman seni cahaya "Folk Dream" resmi dibuka untuk pengunjung hingga 7 Juni.

Puncak acara ini terletak di ruang Pemetaan di X Space Immersive, di mana cerita rakyat dihidupkan kembali secara nyata melalui teknologi proyeksi. Lebih dari sekadar pertunjukan, program ini mengajak peserta untuk menyelami ruang yang sangat interaktif di mana setiap bingkai, gerakan, dan suara berkontribusi untuk membangkitkan imajinasi mereka tentang dunia cerita rakyat Vietnam.

Pengunjung memasuki dunia cerita rakyat Vietnam melalui visual, suara, dan efek proyeksi modern.

Mengomentari pilihan metode proyeksi pencahayaan, Profesor Madya Dr. Nguyen Viet Hung percaya bahwa ini adalah pendekatan yang tepat untuk mendekatkan cerita rakyat kepada khalayak modern. Beliau menyatakan: “Metode ini membantu cerita-cerita kuno menjadi lebih familiar dan mudah diakses oleh penonton modern. Kombinasi efek visual berkualitas tinggi telah memberikan dampak yang kuat dan positif pada pengalaman visual penonton.”

Salah satu daya tarik acara lainnya adalah penampilan lukisan-lukisan yang dibuat oleh anak-anak selama kegiatan pendamping sebelumnya. Setelah didigitalisasi, karya seni tersebut dipamerkan di ruang acara sebagai bagian dari perjalanan untuk menceritakan kembali cerita rakyat melalui gambar. Gambar-gambar polos anak-anak tersebut menambah warna pada program, sekaligus menciptakan hubungan yang lembut antara kenangan rakyat dan kreativitas generasi saat ini.

Karya seni yang dibuat oleh anak-anak selama kegiatan pendampingan tersebut didigitalisasi dan ditampilkan di layar LED.

Selain pemutaran film, acara ini juga menampilkan area pameran dan promosi yang memamerkan produk suvenir yang bercirikan ciri khas proyek ini. Produk-produk ini, yang dirancang dengan semangat "Folklore Dreams," membantu peserta mengabadikan kenangan setelah meninggalkan ruang pengalaman. Inilah juga cara proyek ini memperluas kehadiran cerita rakyat dalam kehidupan sehari-hari melalui barang-barang yang beresonansi dengan audiens muda.

Produk suvenir yang bertema "Folklore Dream" membantu melestarikan pengalaman para peserta acara.

Acara utama "Folklore Dream" berkontribusi untuk mendekatkan warisan budaya rakyat kepada masyarakat, khususnya kaum muda. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dan pemikiran kreatif, program ini membantu menunjukkan bahwa budaya rakyat bukan hanya milik masa lalu, tetapi dapat terus diceritakan kembali, dirasakan, dan dilestarikan dalam bentuk-bentuk baru dalam kehidupan masa kini.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/van-hoc-nghe-thuat/lam-song-day-nhung-cau-chuyen-dan-gian-viet-1042624