![]() |
| Pak Quoc memiliki minat yang besar dalam membuat model miniatur. |
Gairah
Di bengkel kecilnya, di bawah lampu dan di ruang kerjanya yang sederhana, Bapak Quoc dengan teliti menciptakan produk aksesori yang indah setiap hari. Meskipun hampir berusia tujuh puluh tahun, tangannya tetap lincah dan terampil. Hanya dalam sekejap, tangan-tangan itu mengubah bongkahan semen yang tak bernyawa menjadi bentuk bangau yang halus.
Saat membuat alur sayap pada tubuh bangau, Bapak Quoc bercerita: "Lebih dari 30 tahun yang lalu, saya sangat menyukai tanaman hias dan bonsai. Namun, pada saat itu, menemukan aksesori yang cocok seperti burung, hewan, figur manusia, atau rumah dan kuil untuk bonsai cukup sulit. Karena itu, saya belajar sendiri cara membuat model-model ini dan tanpa diduga jatuh cinta pada kerajinan ini."
Untuk menciptakan karya seni yang begitu realistis, selain mengamati hewan-hewan di kehidupan nyata, ia juga memiliki "guru" khusus: Ensiklopedia Hewan karya Karen McGhee dan Dr. George McKay. Setiap kali memiliki waktu luang, ia dengan teliti membolak-balik halaman, mempelajari secara saksama bentuk, warna, dan ekspresi setiap spesies hewan. Ia berkata: "Untuk memberikan jiwa pada setiap karya, selain menentukan proporsi yang tepat, setiap garis dan struktur hewan harus dihitung dengan cermat. Bersamaan dengan itu, postur hewan harus elegan, dan wajahnya harus jelas mengekspresikan emosi."
Untuk mencapai hal ini, ia harus benar-benar fokus pada hewan tersebut. Baik itu sekecil ujung jari atau sebesar hewan sungguhan, setiap gerakan membentuk, mencetak, dan menghaluskan balok semen dengan jari-jarinya harus hati-hati dan cepat. "Saya menggunakan campuran semen dan lem sintetis untuk meningkatkan kelembutan dan daya tahan produk, sehingga waktu tunggu sangat terbatas. Karena itu, saya harus berkonsentrasi dan bekerja sangat cepat untuk membentuknya sebelum material mengeras," jelas Bapak Quoc.
Kreatif
Tidak hanya membuat patung hewan, Bapak Quoc juga sangat gemar membuat berbagai model dari batu apung. Beliau berbagi: "Dengan sifatnya yang berpori dan ringan, batu vulkanik ini mudah dipoles dan memiliki kekasaran alami. Oleh karena itu, batu apung adalah pilihan optimal untuk menciptakan kembali lantai bata, dinding batu, serta keindahan bangunan kuno yang ditumbuhi lumut."
Untuk menciptakan model batu apung yang indah, selain keahlian yang teliti, Bapak Quoc juga harus memiliki pemahaman mendalam tentang geometri dan koordinasi warna. Setelah mengasah keterampilannya selama bertahun-tahun, Bapak Quoc telah dengan jelas menciptakan kembali keindahan kuil, paviliun, rumah panggung, dan rumah tradisional menggunakan batu apung. Bersamaan dengan itu, tampilan kuno Menara Phuoc Duyen (Pagoda Thien Mu) atau Phu Van Lau yang ditutupi lumut juga direproduksi dengan sangat jelas oleh beliau.
Sebagai pelanggan setia Bapak Quoc, Bapak Huu Duy, seorang penggemar bonsai di Hue, mengatakan: “Ketika saya melihat struktur miniatur yang dibuat Bapak Quoc, saya sangat terkesan. Setiap struktur, baik itu rumah panggung kecil di laguna atau menara Phuoc Duyen yang megah, sangat realistis dan penuh jiwa. Detail kecil seperti kekasaran atap seng bergelombang atau lumut di atap genteng sangat nyata, membantu para penggemar bonsai seperti kami dengan mudah menciptakan karya dengan kedalaman dan keindahan yang tampak seperti kehidupan nyata.”
Saat ini, produk-produk Bapak Quoc sangat beragam dalam hal kisaran harga. Ada burung bangau dan burung derek kecil yang harganya hanya beberapa ribu dong, tetapi ada juga barang pesanan khusus dengan harga mencapai beberapa juta dong.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, Bapak Quoc dengan tenang menjaga api keahliannya tetap menyala di bengkel kecilnya. Lebih dari sekadar barang dekoratif untuk tanaman pot dan lanskap miniatur, setiap produk kerajinan tangan yang keluar dari bengkel membawa kisah dedikasi seorang pengrajin berbakat, pencipta keindahan unik produk yang terbuat dari batu apung.
Sumber: https://huengaynay.vn/kinh-te/tao-hinh-tu-da-bot-163809.html







Komentar (0)