Kido Group (KDC) didenda sebesar 117,5 juta VND.
Baru-baru ini, Inspektorat Komisi Sekuritas Negara (SSC) mengeluarkan keputusan yang menjatuhkan sanksi administratif kepada Kido Group Joint Stock Company (Kode KDC) atas pelanggaran terkait pengungkapan informasi mengenai rencana penerbitan obligasinya.
Kido didenda sebesar 92,5 juta VND sesuai dengan poin a, klausul 4, Pasal 42 Keputusan Pemerintah No. 156/2020/ND-CP tanggal 31 Desember 2020, karena gagal mengungkapkan informasi sebagaimana diwajibkan oleh hukum.
Kido Group (KDC) telah didenda karena gagal mengungkapkan informasi jaminan sebagaimana dipersyaratkan (Foto: Dokumen yang Disediakan).
Secara spesifik, Kido gagal mengungkapkan informasi kepada Bursa Efek Hanoi terkait laporan penggunaan modal dari penerbitan obligasi tahun 2021 dan semester pertama tahun 2022. Perusahaan juga gagal melaporkan pembayaran bunga dan pokok obligasi pada tahun 2021 dan semester pertama tahun 2022. Lebih lanjut, Kido tidak mengungkapkan penggunaan modal dari penerbitan obligasi untuk obligasi yang beredar yang telah diaudit pada tahun 2022 dan semester pertama tahun 2023.
Kido Group juga didenda 25 juta VND sesuai dengan Pasal 2, Ayat 15 Peraturan Pemerintah No. 156/2020/ND-CP karena gagal memasukkan remunerasi anggota Dewan Direksi, gaji Direktur Utama dan manajer lainnya sebagai pos terpisah dalam laporan keuangan tahunan serta laporan Rapat Umum Pemegang Saham pada rapat tahunan.
Secara total, Kido didenda sebesar 117,5 juta VND atas pelanggaran administratif yang disebutkan di atas.
Meskipun terjadi penurunan pendapatan pada kuartal ketiga, perusahaan tersebut tetap mencatatkan keuntungan besar berkat para afiliasinya.
Mengenai kinerja bisnis Kido Group, pada kuartal ketiga tahun 2023, perusahaan mencatat pendapatan bersih sebesar VND 2.303 miliar, turun 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba kotor mencapai VND 442,7 miliar, turun 20%. Margin laba kotor meningkat menjadi 19,2% pada kuartal ketiga.
Pendapatan keuangan selama periode tersebut mencapai 49,1 miliar VND, turun 19%. Sementara itu, pengeluaran keuangan menurun sebesar 17%, menjadi 51,7 miliar VND. Sebagian besar pengeluaran tersebut adalah beban bunga, yang mencapai 47,5 miliar VND. Beban penjualan dan beban administrasi masing-masing berjumlah 263,3 miliar VND dan 83,2 miliar VND.
Salah satu poin penting dalam laporan keuangan Kido berasal dari perusahaan-perusahaan afiliasinya. Kido melaporkan laba sebesar 30,8 miliar VND dari investasi di perusahaan-perusahaan afiliasi, dibandingkan dengan kerugian sebesar 34,9 miliar VND pada periode yang sama tahun lalu. Konversi kerugian menjadi laba dari operasional perusahaan-perusahaan afiliasi ini secara signifikan meningkatkan laba Kido pada kuartal ketiga.
Saat ini, Kido memiliki empat usaha patungan dan perusahaan terkait, termasuk Kido Frozen Foods (kepemilikan 49%), LG Vina Cosmetics (kepemilikan 40%), Lavenue (kepemilikan 50%), dan Dabaco Food Processing (kepemilikan 50%).
Hasilnya, laba setelah pajak Kido pada kuartal ketiga mencapai 81,9 miliar VND, meningkat 2,7 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Volume pinjaman jangka pendek menurun hampir 50%.
Pada akhir kuartal ketiga tahun 2023, total aset Kido mengalami fluktuasi yang relatif signifikan. Total aset menurun dari VND 14.004,8 miliar menjadi VND 13.179,3 miliar. Selama periode ini, perusahaan hampir menggandakan cadangan kasnya, mencapai VND 2.057,9 miliar.
Persediaan menurun dari 2.212,3 miliar VND menjadi 1.118,7 miliar VND, dengan provisi untuk penurunan nilai persediaan sebesar 15,2 miliar VND.
Selain itu, investasi keuangan jangka panjang juga menurun sebesar 30,5% menjadi 2.764,6 miliar VND. Penurunan ini terutama disebabkan oleh investasi pada perusahaan afiliasi dan perusahaan yang dikendalikan bersama, dengan pelepasan saham dari Calofic (2.081,7 miliar VND) dan Vibev (140,2 miliar VND).
Terkait struktur modalnya, Kido cenderung mengurangi utang jangka pendeknya hampir 50%, dari 4.168,3 miliar VND menjadi hanya 2.181,8 miliar VND. Utang jangka panjang juga cenderung menurun dari 751,9 miliar VND menjadi 501,3 miliar VND.
Ekuitas pemegang saham saat ini mencapai VND 8.131,2 miliar, dengan modal saham mencapai VND 2.797,4 miliar. Yang menarik, laba bersih yang belum dibagikan untuk periode tersebut melonjak dari VND 1.619,4 miliar menjadi VND 2.554 miliar.
Sumber








Komentar (0)