Akhir pekan lalu, tim asuhan Hansi Flick tersandung melawan Real Betis, bermain imbang di La Liga. Namun, hasil imbang ini tidak terlalu memengaruhi keunggulan Barca di La Liga; bahkan, mereka memperlebar keunggulan menjadi empat poin atas Real Madrid dalam perebutan gelar, karena "Los Blancos" kalah di kandang. Mengesampingkan hasil imbang yang mengecewakan melawan Real Betis, pekan ini Barca akan menjamu Dortmund, lawan yang mereka kalahkan 3-2 di babak klasifikasi di Jerman pada Desember 2024. Barca belum pernah kalah dalam lima pertemuan sebelumnya dengan Dortmund, dan kali ini pun tidak terkecuali. Pelatih Flick meningkatkan rekor kemenangan pribadinya melawan tim Ruhr menjadi delapan setelah peluit akhir di Camp Nou.
Bertandang ke Nou Camp milik Barcelona, Dortmund menghadapi tugas berat untuk meraih hasil yang menguntungkan. Melihat performa Barcelona yang mengesankan saat ini, dengan rekor tak terkalahkan dalam 22 pertandingan termasuk 18 kemenangan, harapan Dortmund untuk meraih kemenangan sangat terguncang. Terlebih lagi, Spanyol selalu menjadi wilayah yang sulit bagi Dortmund, hanya memenangkan 3 dari 20 pertandingan tandang di sana, termasuk kekalahan 2-5 melawan Real Madrid di babak kualifikasi awal musim ini. Belum lagi, performa Dortmund saat ini juga kurang meyakinkan; meskipun pelatih Niko Kovac telah berusaha sebaik mungkin, Dortmund tetap tidak konsisten, hanya memenangkan 3 dari 6 pertandingan terakhir mereka. Hal ini membuat Dortmund terpuruk di posisi ke-8 klasemen Bundesliga. Mendapatkan poin melawan Barcelona saat ini sudah sulit, membuat kemenangan hampir mustahil bagi tim Kovac. Dan demikianlah, Dortmund pulang dari Nou Camp dengan tangan kosong.
Sejak menit-menit awal pertandingan, Barca memberikan tekanan luar biasa pada gawang Dortmund. Setelah beberapa peluang yang terbuang, tim asuhan pelatih Flick membuka skor pada menit ke-25. Dari tendangan bebas langsung, Cubarsi mengarahkan bola ke gawang Dortmund. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Raphinha menjangkau bola dan menceploskan ke gawang. Namun, itu adalah momen paling menonjol di babak pertama, karena kedua tim kesulitan mencetak gol hingga akhir pertandingan.
Tiga menit memasuki babak kedua, Barcelona menggandakan keunggulan mereka ketika Yamal mengirimkan umpan silang akurat kepada Raphinha, yang kemudian menyundul bola ke Lewandowski. Dalam posisi yang nyaman dan tanpa penjagaan, Lewandowski mencetak gol untuk menjadikan skor 2-0. Kurang dari 20 menit kemudian, Yamal sekali lagi memberikan kontribusi pada gol ketiga Barca ketika ia memberikan umpan sempurna kepada Fermin Lopez, yang kemudian memberikan umpan kepada Lewandowski untuk penyelesaian krusial dan menjadikan skor 3-0. Yamal sendiri mencetak gol keempat, yang memastikan kemenangan. Pemain berusia 17 tahun itu menerima umpan sempurna dari Raphinha.
Keunggulan empat gol sudah cukup untuk memberi ketenangan pikiran pada tim asuhan pelatih Flick sebelum leg kedua. Namun, perlu diingat bahwa Barca terkenal sering kalah setelah leg pertama, bahkan ketika mereka unggul dengan selisih yang signifikan. Kejutan masih bisa terjadi, dan itulah yang dinantikan para penggemar dalam pertandingan ulang di Signal Iduna Park milik Borussia Dortmund pekan depan.
Sumber: https://baobinhthuan.com.vn/tay-trang-roi-nou-camp-129256.html







Komentar (0)