Dari zaman Raja-raja Hung hingga masyarakat modern saat ini, Tet (Tahun Baru Vietnam) tetap hadir sebagai benang merah yang menghubungkan berbagai zaman, melestarikan esensi budaya dan vitalitas spiritual rakyat Vietnam.
Tet dalam catatan sejarah - asal mula identitas Vietnam.
Dalam ingatan sejarah bangsa, Tet (Tahun Baru Vietnam) muncul sangat awal, terkait erat dengan sejarah legendaris pembangunan bangsa. Legenda Lang Liêu yang mempersembahkan kue ketan (bánh chưng dan bánh giầy) bukan hanya kisah tentang asal usul kuliner Tet, tetapi lebih dalam lagi, itu adalah deklarasi budaya pertama dari masyarakat Vietnam kuno: menjadikan bumi dan langit, pertanian dan keluarga sebagai pusat pandangan dunia mereka. Sejak zaman Raja-raja Hung, Tet telah membawa makna sakral rasa syukur: syukur kepada langit dan bumi atas panen, syukur kepada leluhur atas peran mereka sebagai pelopor dan pelindung negara. Inilah yang menyebabkan Tet dengan cepat melampaui ranah kehidupan sehari-hari untuk menjadi ritual komunitas, di mana kepercayaan, adat istiadat, dan moral bertemu. Teks-teks sejarah kuno, mulai dari Đại Việt sử ký toàn thư (Sejarah Lengkap Đại Việt) hingga catatan ritual di istana feodal, semuanya menunjukkan bahwa Tet merupakan peristiwa penting bagi bangsa. Raja mengeluarkan amnesti umum, mengadakan festival musim semi, mempersembahkan kurban kepada langit dan bumi serta leluhur; rakyat mengumpulkan keluarga mereka dan mempersiapkan upacara. Oleh karena itu, Tet bukan hanya urusan pribadi setiap keluarga, tetapi ritme bersama seluruh masyarakat, di mana semua orang bersatu, dan masa lalu serta masa kini saling terkait.
|
Anggota keluarga berkumpul untuk membungkus banh chung – kue tradisional yang tak terpisahkan selama Tahun Baru Imlek. Foto: Khanh Hoa |
Tradisi adat Tet - tatanan budaya desa-desa Vietnam.
Dalam struktur sosial tradisional, desa merupakan sel dasar bangsa. Dan di dalam ruang desa inilah Tet (Tahun Baru Vietnam) dipupuk menjadi sistem adat istiadat yang terjalin erat, mencerminkan tatanan budaya dan moral masyarakat Vietnam.
Tet, atau Tahun Baru Imlek, adalah waktu ketika orang-orang kembali ke akar mereka: membersihkan rumah, merapikan altar leluhur, dan mengunjungi makam leluhur mereka. Ritual-ritual ini bukan sekadar formalitas, melainkan cara bagi masyarakat Vietnam untuk menempatkan diri dalam arus sejarah keluarga dan nasional. Setiap batang dupa merupakan pengingat akan tanggung jawab untuk melanjutkan tradisi, dan setiap ucapan Tahun Baru adalah komitmen untuk hidup lebih baik di tahun yang baru. Adat istiadat Tet kuno juga secara jelas menunjukkan semangat kebersamaan: desa-desa mengadakan festival, orang-orang saling mengunjungi, dan dendam lama dikesampingkan. Di hari-hari pertama tahun ini, hal-hal negatif dikesampingkan, dan kebaikan dimulai. Oleh karena itu, Tet menjadi mekanisme pengaturan diri sosial, membantu komunitas mempertahankan stabilitas dan kohesi selama berabad-abad.
|
Festival Gò Đống Đa. |
Tet di masa perang - nyala api yang hangat di tengah asap dan kobaran api perang.
Sejarah Vietnam adalah sejarah perang perlawanan yang berkepanjangan. Namun, bahkan di masa-masa paling sulit sekalipun, Tet (Tahun Baru Vietnam) tidak pernah hilang. Sebaliknya, Tet di masa perang justru menunjukkan kekuatan spiritualnya yang luar biasa. Perayaan Tet di parit, jauh di dalam hutan, di garis depan, tidak memiliki kue beras persegi tradisional dan bunga persik serta aprikot yang semarak. Namun, masih ada sepanci kue beras bersama dari unit, surat-surat dari rumah, dan ucapan selamat Tahun Baru yang ditulis terburu-buru sebelum pergi berperang. Dalam keadaan serba kekurangan inilah Tet menjadi jangkar spiritual, mengingatkan para prajurit bahwa di belakang mereka ada keluarga, tanah air, dan bangsa mereka yang menunggu untuk bersatu kembali. Tet di masa perang bukan hanya kelanjutan dari adat istiadat, tetapi juga penegasan ketahanan budaya. Di tengah bom dan peluru, melestarikan Tet berarti melestarikan keyakinan bahwa bangsa ini tidak dapat dihapus, bahwa kehidupan dan musim semi pada akhirnya akan menang.
Tet di masa damai - Rekonstruksi dan pemulihan
Saat negara itu bangkit dari perang, Tet memiliki makna baru: penyembuhan dan rekonstruksi. Perayaan Tet pertama di era damai adalah perayaan reuni, perpaduan air mata dan senyuman. Keluarga bersatu kembali setelah terpisah, desa-desa bangkit dari kehancuran, dan masyarakat secara bertahap menstabilkan ritme kehidupannya.
Di masa damai, Tết terus memainkan peran penting dalam kohesi sosial. Kebiasaan yang tampaknya kecil, seperti mengunjungi kerabat, bertukar ucapan selamat Tahun Baru, dan memberikan uang keberuntungan, berkontribusi dalam memupuk rasa empati, toleransi, dan semangat berbagi. Tết tidak hanya menandai akhir tahun kerja tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk merenungkan diri dan menyesuaikan gaya hidup serta perilaku mereka.
|
|
|
Kebiasaan yang tampaknya sederhana, seperti mengunjungi kerabat, bertukar ucapan selamat Tahun Baru, dan memberikan uang keberuntungan, berkontribusi dalam memupuk rasa welas asih, toleransi, dan semangat berbagi. Foto: Thanh Huong |
Tet di era integrasi - berubah tetapi tidak terganggu.
Memasuki era integrasi dan globalisasi, Tahun Baru Imlek Vietnam menghadapi banyak tantangan. Laju kehidupan industri, masuknya festival-festival asing, dan dampak teknologi digital telah menyebabkan versi Tahun Baru yang lebih singkat, sederhana, dan bahkan dikomersialkan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Tahun Baru Imlek tidak pernah menjadi entitas yang tidak berubah. Melalui setiap era, Tahun Baru telah menyesuaikan bentuknya agar sesuai dengan keadaan, sambil tetap mempertahankan esensi intinya: berfokus pada keluarga, leluhur, dan komunitas. Kemampuan beradaptasi ini adalah kualitas yang berkontribusi pada vitalitas budaya Vietnam yang abadi. Dalam konteks integrasi, Tahun Baru Imlek telah menjadi indikator identitas yang lebih kuat. Orang Vietnam di luar negeri masih menemukan cara untuk membuat kue tradisional, menyiapkan makanan meriah, dan menyelenggarakan perayaan Tahun Baru bersama. Karena di negeri asing, Tahun Baru Imlek bukan hanya hari libur, tetapi benang merah yang mengikat identitas, mencegah orang tersesat dalam arus global.
|
Beberapa generasi keluarga bersiap bersama untuk menyambut Tet (Tahun Baru Imlek). Foto: Khanh Hoa |
Tet - benang merah yang menghubungkan berbagai zaman.
Jika menengok ke belakang sepanjang sejarah, jelas bahwa Tahun Baru Imlek Vietnam tidak pernah terlepas dari arus nasional. Dari legenda Raja-raja Hung, melalui dinasti feodal, tahun-tahun perang, dan era integrasi saat ini, Tet selalu hadir sebagai benang merah budaya yang mendasarinya. Benang merah ini menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ingatan dengan tindakan, tradisi dengan inovasi. Berkat Tet, rakyat Vietnam tidak terputus dari sejarah mereka sendiri, tidak peduli seberapa cepat masyarakat berubah. Pada akhirnya, melestarikan Tet bukanlah tentang berpegang teguh pada masa lalu, tetapi tentang menjaga kesinambungan arus sejarah, sehingga setiap generasi tahu di mana posisinya dalam perjalanan panjang bangsa ini.
Tet dan ketahanan historis bangsa Vietnam.
Suatu bangsa mungkin kehilangan banyak hal, tetapi jika kehilangan ingatan dan ritual dasarnya, ia akan kehilangan arah. Fakta bahwa Tet (Tahun Baru Imlek) Vietnam telah bertahan, dilestarikan, dan diperbarui selama ribuan tahun sejarah adalah bukti ketahanan sejarah dan kedalaman budaya rakyat Vietnam.
Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) tidak memamerkan kekuatannya atau membuat keributan. Namun justru ketenangan inilah yang memungkinkan Tet untuk melewati semua perubahan, menjadi saksi sejarah dan teman setia bagi setiap orang Vietnam.
|
Para anggota keluarga yang lebih tua berbagi cerita tentang adat istiadat tradisional kelompok etnis tersebut selama Tahun Baru Imlek. |
Melihat ke masa lalu dari sudut pandang hari ini.
Jika dilihat dari sudut pandang hari ini, satu hal yang jelas: hari raya Tet di Vietnam tidak hanya ada dalam kalender, adat istiadat, atau ingatan, tetapi juga dalam cara rakyat Vietnam menghadapi waktu dan sejarah. Setiap hari raya Tet merupakan kesempatan bagi bangsa untuk mengingatkan diri sendiri akan asal-usulnya, akan nilai-nilai yang telah membentuk vitalitas Vietnam.
Dan selama Tet dirayakan dengan penuh penghormatan, kesadaran budaya, dan kasih sayang yang tulus, benang merah sejarah itu akan tetap utuh, membimbing bangsa Vietnam melewati musim semi baru di era modern.
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/tet-viet-ben-bi-cung-lich-su-dan-toc-1024616













Komentar (0)