Pada acara ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron, bersama dengan Presiden Kenya William Ruto, Presiden Botswana Duma Boko, dan Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye, terlibat dalam diskusi dengan atlet muda, pengusaha, dan pembuat kebijakan tentang peran olahraga yang semakin penting dalam mempromosikan inovasi, memperkuat solidaritas, dan memperluas kerja sama untuk pembangunan antar negara.
Dalam pidatonya di konferensi tersebut, Presiden Kenya William Ruto menyatakan bahwa olahraga kini telah menjadi sektor ekonomi yang mampu mendorong pembangunan infrastruktur, bisnis, dan mata pencaharian jutaan warga Afrika.
Sementara itu, Presiden Botswana Duma Boko memandang olahraga sebagai alat strategis untuk meningkatkan posisi Afrika di panggung internasional, sekaligus memperluas pertukaran dan kerja sama dengan mitra global.
Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye menyatakan bahwa persiapan Olimpiade Pemuda Dakar 2026 telah menciptakan lebih dari 132.000 lapangan kerja melalui proyek infrastruktur olahraga, yang menunjukkan dampak ekonomi langsung yang dapat ditimbulkan oleh sektor ini.
KTT Afrika-Prancis tahun ini mempertemukan lebih dari 30 kepala negara dan sekitar 1.500 pemimpin bisnis, dengan fokus pada topik-topik seperti kerja sama investasi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan, dengan olahraga muncul sebagai bidang yang sangat menarik bagi banyak negara.
NGUYEN AN
Sumber: https://baocantho.com.vn/the-thao-mo-vang-kinh-te-moi-cua-chau-phi-a204471.html









Komentar (0)