Sebuah pecahan meteorit menembus atap dan mengenai tulang rusuk seorang wanita di provinsi Schirmeck.
Pecahan meteorit jatuh di Schirmeck. Foto: DNA
Seorang wanita di Prancis baru-baru ini terkena pecahan meteorit kecil di tulang rusuknya saat sedang minum kopi bersama seorang teman di teras, seperti yang dilaporkan Newsweek pada 14 Juli. Ini adalah kejadian yang sangat langka.
"Saya mendengar suara keras dari atap rumah sebelah. Detik berikutnya, saya merasakan benturan di tulang rusuk saya. Saya pikir itu semacam binatang, seperti kelelawar. Awalnya, kami mengira itu sepotong semen. Tapi warnanya tidak ada," cerita wanita yang tidak disebutkan namanya itu.
Setelah kecelakaan itu, wanita Prancis yang tinggal di provinsi Schirmeck di timur laut Prancis itu membawa benda tersebut ke tukang atap untuk diperiksa. Tukang atap itu mengatakan kepadanya bahwa itu bukan semen tetapi tampak seperti meteorit. Dia kemudian menyerahkan benda misterius itu kepada ahli geologi Thierry Rebmann. Menurut Rebmann, batuan tersebut tampaknya mengandung campuran besi dan silikon, kemungkinan besar meteorit. Fragmen-fragmen tersebut secara keseluruhan memiliki berat hampir 113 gram.
Meteorit adalah benda berbatu yang tersisa setelah menempuh perjalanan melalui atmosfer Bumi dan jatuh ke tanah. Ukurannya bervariasi, dari butiran debu kecil hingga asteroid kecil. Meteorit berasal dari benda yang lebih besar, terutama asteroid, tetapi juga dari bulan dan planet lain seperti Mars. Meteorit dapat berupa batuan, logam, atau kombinasi keduanya.
Sebagian besar meteorit hancur sepenuhnya saat meluncur menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan puluhan ribu kilometer per jam. Persentase yang sangat kecil jatuh ke Bumi. Menurut NASA, diperkirakan hampir 50 ton material meteorit jatuh ke Bumi setiap hari. Tetapi sebagian besar berukuran sangat kecil dan jatuh ke lautan, yang meliputi 70% permukaan planet. Setelah jatuh ke tanah, sulit untuk membedakan meteorit dari batuan biasa hanya berdasarkan bentuknya. Di beberapa tempat, seperti gurun pasir atau es, meteorit lebih mudah dideteksi.
Kasus pertama yang diketahui tentang meteorit yang menghantam seseorang secara langsung terjadi di Amerika Serikat hampir 70 tahun yang lalu. Dalam insiden November 1954, Ann Hodges dari Sylacauga, Alabama, tertabrak meteorit seberat 3,6 kg yang jatuh menembus atap rumahnya. Kecelakaan itu menyebabkan Nyonya Hodges mengalami memar.
An Khang (Menurut Newsweek )
Tautan sumber







Komentar (0)