Memanfaatkan sisa material dari proyek sebelumnya membantu meminimalkan biaya produksi. Terutama dalam iklim keuangan yang menantang saat ini, penghematan biaya sangat penting di semua industri, dan industri fesyen tidak terkecuali. Lebih jauh lagi, tren perlindungan lingkungan dipandang sebagai kesadaran modern, beradab, dan progresif. Sinergi dari semua faktor ini menciptakan dorongan kuat untuk perkembangan luar biasa industri fesyen daur ulang.
Pada Elle Fashion Show 2023 yang baru saja berakhir, desainer Ngo Hoang Kha memamerkan koleksi yang terbuat dari kain sisa. Desainer Tran Hung juga membawa desain yang terbuat dari sisa kain ke London Fashion Week. Busana yang ia ciptakan untuk ratu kecantikan Huong Ly untuk berkompetisi di Miss Universe Vietnam 2022 pernah membuat publik takjub, yang tidak percaya bahwa busana itu terbuat dari sisa kain.
Desainer kelahiran Vietnam, Xuan Thu Nguyen (yang tinggal di Belanda), juga menciptakan pakaian dari sisa-sisa kain dan bahan daur ulang dalam koleksinya yang bertajuk In Alignment, yang dipamerkan di Vietnam International Fashion Week 2023. Tom Trandt, pendiri Moi Dien, sebuah merek fesyen, juga merupakan salah satu nama yang telah terlibat dengan metode produksi ini selama bertahun-tahun...
Barang-barang fesyen daur ulang. (Foto disediakan oleh pihak yang bersangkutan)
Saat ini, dengan dampak negatif sampah terhadap lingkungan, daur ulang telah menjadi tren global yang diterapkan di semua bidang, termasuk fesyen. Oleh karena itu, fesyen daur ulang secara bertahap menjadi bagian dari kehidupan, diadopsi oleh merek-merek terkenal seperti Levi's, New Globe Traveller, Beyond Retro, Freitag, dan lain-lain.
Tren fesyen daur ulang benar-benar meledak, dengan banyak tutorial yang memandu konsumen tentang cara mendaur ulang bahan-bahan yang mudah didapat untuk menciptakan pakaian baru. Bagi konsumen yang kurang familiar dengan fesyen, menggunakan kembali pakaian yang sudah ada di lemari mereka dan mengubahnya menjadi desain baru adalah metode paling sederhana (banyak tutorial tersedia online). Bagi penggemar fesyen, menggunakan desain yang terbuat dari bahan daur ulang tidak hanya "bergaya" tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Bagi para desainer, fokus pada fesyen daur ulang adalah sebuah tren, cara untuk tetap berada di depan tren.
Daur ulang adalah pilihan cerdas dan berkelanjutan untuk membantu meminimalkan limbah dan dampak negatif industri mode terhadap lingkungan. Praktik ini sebenarnya bukanlah hal baru di banyak bagian dunia . Menggunakan kembali bahan-bahan limbah adalah cara praktis untuk mengurangi limbah dan cara untuk mempromosikan perlindungan lingkungan.
Sumber: https://nld.com.vn/thoi-cua-thoi-trang-tai-che-196231229212006183.htm







Komentar (0)