Selama kurang lebih setahun terakhir, wajah saya terasa gatal dan dipenuhi ruam merah, terutama saat hujan. Dokter mendiagnosisnya sebagai dermatitis kontak. Mungkinkah cuaca lembap dan hujan menjadi penyebab kondisi ini? (Thuy Nga, Dong Nai )
Membalas:
Dermatitis kontak adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan alergen atau iritan, umumnya komponen logam pada perhiasan, karet sintetis pada sarung tangan, atau bahan kimia dari kosmetik; bahan kimia seperti asam, alkali, pewarna, dll. Beberapa orang juga dapat mengalami reaksi saat kontak dengan makanan.
Jika Anda mengalami ruam setelah kehujanan, itu bisa menjadi tanda dermatitis kontak akibat tumbuhan yang disebabkan oleh getah tumbuhan atau serbuk sari dalam air hujan yang mengiritasi atau memicu reaksi alergi. Selain itu, kotoran dan bahan kimia dalam air hujan juga dapat menjadi penyebab kondisi tersebut.
Cuaca lembap juga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan penyakit ini dengan meningkatkan kelembapan, mengubah pH kulit, dan membuat kulit lebih sensitif terhadap iritan. Setelah kontak dengan iritan, area kulit yang terkena menjadi bengkak, merah, gatal, bersisik, pecah-pecah atau mengelupas, dan muncul ruam.
Penderita dermatitis kontak sering mengalami ruam merah dan kulit mengelupas. (Gambar: Freepik)
Selain menyebabkan gatal dan rasa tidak nyaman, kondisi ini juga memengaruhi estetika. Untuk memperbaiki kondisi kulit, pasien sebaiknya mencuci area yang terkena dengan air dan sabun lembut untuk menghilangkan iritan. Batasi penggunaan sabun dengan pewangi atau pewarna dan aroma buatan. Gunakan krim anti alergi atau krim kortikosteroid yang diresepkan dokter untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.
Gunakan pelembap tanpa pewangi dan tidak menyebabkan iritasi untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan mengurangi rasa gatal. Hindari kontak dengan zat iritan dan hentikan penggunaan segera jika terjadi iritasi kulit. Minum dan oleskan obat sesuai resep dokter Anda.
Untuk mencegah iritasi kulit, perlu untuk mengidentifikasi dan menghindari kontak dengan zat-zat yang diketahui dapat menyebabkan iritasi kulit. Saat menggunakan bahan kimia atau barang-barang yang dapat menyebabkan iritasi, kenakan sarung tangan dan pakaian pelindung. Gunakan kosmetik dan krim yang telah teruji kualitasnya. Oleskan tabir surya untuk melindungi kulit Anda dari sinar UV. Hindari kontak dengan tanaman yang dapat menyebabkan iritasi kulit.
Dalam kebanyakan kasus, dermatitis kontak atopik tidak terlalu serius dan dapat sembuh dengan sendirinya setelah kulit tidak lagi kontak dengan agen penyebabnya. Namun, kondisi ini rentan kambuh jika penyebabnya tidak diidentifikasi. Dalam banyak kasus, pengobatan yang tidak tepat dapat menyebabkan dermatitis kontak menyebar, yang mengakibatkan infeksi dan jaringan parut yang secara signifikan memengaruhi estetika.
Mengidentifikasi penyebabnya, memberikan perawatan yang tepat, dan mematuhi langkah-langkah pencegahan dapat membantu mengendalikan kondisi ini secara efektif. Namun, jika gejalanya menjadi parah atau menetap, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit atau spesialis kulit untuk mendapatkan saran dan pengobatan yang tepat.
Dr. Nguyen Thi Kim Dung
Departemen Dermatologi dan Dermatologi Kosmetik, Rumah Sakit Umum Tam Anh, Kota Ho Chi Minh
Tautan sumber








Komentar (0)