Pada tanggal 9 Desember, DW melaporkan bahwa Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji untuk terus memberikan dukungan keuangan dan militer kepada Ukraina, menekankan bahwa keputusan akan dibuat untuk menciptakan kondisi bagi Berlin untuk terus membantu Kiev.
Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di kongres Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berhaluan kiri-tengah di Berlin pada 9 Desember, berjanji untuk melanjutkan dukungan finansial bagi Ukraina. (Sumber: AP) |
Berbicara di kongres Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berhaluan kiri-tengah, Kanselir Scholz menyatakan: "Konflik di Ukraina mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sangat penting bagi Jerman untuk terus mendukung Ukraina."
Ia berjanji bahwa krisis anggaran tidak akan menghalangi dukungan Berlin untuk Kiev di tengah konflik. Jerman saat ini merupakan donor bantuan terbesar kedua bagi Ukraina setelah Amerika Serikat.
Pernyataan Kanselir Scholz muncul saat pemerintahan koalisinya menghadapi masalah besar dalam upayanya untuk menemukan sumber daya anggaran yang cukup untuk membiayai rencana pengeluaran 2024 menyusul putusan penting oleh Mahkamah Konstitusi Federal Jerman.
Dalam perkembangan lain, pada tanggal 9 Desember, Ukrinform melaporkan bahwa menurut Kementerian Luar Negeri Ukraina, Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba akan mengunjungi Brussels pada tanggal 11-12 Desember untuk menghadiri pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE).
Menteri Luar Negeri Ukraina akan memberikan perhatian khusus pada keputusan Dewan Eropa tentang masuknya negara tersebut ke Uni Eropa pada 14-15 Desember. Topik penting lainnya adalah mobilisasi bantuan militer baru untuk Kiev dan produksi bersama senjata, amunisi, dan peralatan militer dengan mitra Uni Eropa.
Selain itu, Bapak Kuleba juga akan berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Kemitraan Timur (termasuk Menteri Luar Negeri negara-negara anggota UE dan Armenia, Azerbaijan, Georgia, Moldova, dan Ukraina) dengan topik utama yaitu kegiatan pada tahun 2024 untuk mendorong integrasi UE di negara-negara Eropa Timur ini.
Program kunjungan Menteri Luar Negeri Ukraina ke Brussels juga mencakup partisipasi dalam pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri GUAM, serta pertemuan bilateral dengan mitra Kiev.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)