Sel beta di pankreas memiliki tugas penting untuk memproduksi insulin sebagai respons terhadap kadar gula darah, tetapi salah satu ciri diabetes adalah sel-sel ini hancur atau tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.
Penelitian baru mengembalikan fungsi sel beta dengan memasukkan sel punca ke dalam sel beta baru, yang kemudian ditransplantasikan ke pasien diabetes. Terapi ini menggabungkan dua obat: harmine—molekul alami yang ditemukan dalam tumbuhan tertentu yang menghambat enzim bernama DYRK1A dalam sel beta—dan agonis reseptor GLP1.
Para ilmuwan di rumah sakit Mount Sinai dan City of Hope di New York menguji terapi ini pada model tikus diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pertama, mereka menanamkan sejumlah kecil sel beta manusia ke dalam tikus, kemudian mengobatinya dengan harmine dan agonis reseptor GLP1. Jumlah sel beta meningkat sebesar 700% dalam waktu tiga bulan pengobatan. Gejala penyakit dengan cepat menghilang dan tetap demikian bahkan berbulan-bulan setelah pengobatan dihentikan. Dr. Adolfo Garcia-Ocaña, anggota tim peneliti, mengatakan: "Penelitian ini menawarkan harapan untuk penggunaan terapi regeneratif di masa depan yang berpotensi mengobati ratusan juta orang dengan diabetes."
LAM DIEN
Sumber: https://www.sggp.org.vn/thuoc-moi-chua-tieu-duong-post751807.html






Komentar (0)