Nama "katak jerami" itu sendiri membangkitkan rasa ingin tahu. Hidangan sederhana dan lezat ini disukai banyak orang. Menurut para koki, memilih bahan yang tepat sangat penting untuk mencapai keseimbangan sempurna antara rasa manis, renyah, dan gurih. Katak berukuran besar, berwarna kuning kecoklatan dengan kepala ramping, mata cerah, dan paha yang kokoh harus dipilih. Selama persiapan, katak dicuci dengan alkohol atau cuka untuk menghilangkan lendir dan bau amis; organ dalam dan tulang punggung dibuang, lalu digosok dengan garam dan jahe.
Setelah dibersihkan, katak dipotong-potong menjadi ukuran sekali gigit dan direndam dalam bumbu selama sekitar 15-20 menit. Setelah bumbu meresap, daging katak dilapisi adonan renyah dan digoreng dengan api besar hingga berwarna cokelat keemasan dan renyah di luar, sementara bagian dalamnya tetap manis.
Keunikan hidangan ini terletak pada topping "jerami" yang terbuat dari serai. Serai dicuci, dihancurkan, diparut memanjang, dikembang-kembangkan, lalu dilapisi tepung sebelum digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Untaian serai yang renyah ini memiliki warna keemasan, menyerupai jerami kering. Saat disajikan, daging katak disusun di atas piring dan diberi topping "jerami" keemasan ini, menciptakan hidangan yang menarik baik dari segi rasa maupun penampilan. Daging katak terasa manis dan empuk, sangat cocok dipadukan dengan serai goreng yang harum dan renyah. Hidangan ini sering disajikan dengan sayuran segar, mentimun, dan tomat untuk meningkatkan cita rasa.
Selain lezat, daging katak juga kaya akan protein, kalsium, seng, natrium, asam lemak omega-3, dan banyak nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, daging katak memiliki rasa manis dan sifat mendinginkan, dan sering digunakan untuk menyiapkan hidangan yang menyehatkan tubuh, terutama untuk anak-anak yang kekurangan gizi.
Di Kota Can Tho, hidangan yang terbuat dari katak banyak tersedia di restoran pedesaan, tempat makan ramah lingkungan, dan banyak destinasi wisata .
MINH NHIEN
Sumber: https://baocantho.com.vn/thuong-thuc-mon-ech-chui-rom-o-can-tho-a208688.html











